Kaltimreport.com – Langkah Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud yang secara terbuka meminta maaf kepada awak media menuai apresiasi dari kalangan DPRD Samarinda. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Samarinda, H. Andi Saharuddin, menyebut tindakan itu sebagai contoh kepemimpinan yang berani dan beretika.
Menurut Andi, kejadian di Kantor Gubernur beberapa waktu lalu adalah bagian dari dinamika demokrasi. Gesekan antara pers dan pemerintah, ujarnya, merupakan hal yang wajar selama diselesaikan dengan dialog dan keterbukaan.
“Yang penting adalah bagaimana respons kita. Gubernur menunjukkan kelapangan hati, sementara rekan-rekan jurnalis juga tidak terbawa emosi,” katanya.
Ia juga menilai langkah para jurnalis di Kaltim patut diapresiasi karena memilih jalur klarifikasi, bukan konfrontasi.
“Ini menunjukkan kualitas profesionalisme jurnalis kita. Mereka tahu perannya sebagai pengawas kebijakan publik dan tetap menjunjung tinggi etika profesi,” ucapnya.
Lebih jauh, Andi menegaskan bahwa keberanian seorang kepala daerah untuk mengakui kesalahan, meski dilakukan oleh bawahannya, adalah tanda kepemimpinan yang akuntabel.
“Birokrasi demokratis ditandai oleh keterbukaan terhadap kritik. Justru lewat kritiklah, pemerintah bisa mengevaluasi diri,” ujarnya.
Ia pun berharap kejadian ini bisa menjadi momentum memperkuat relasi antara pemerintah dan media. Menurutnya, Kaltim yang akan menjadi sorotan nasional dengan hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) harus menunjukkan wajah birokrasi yang dewasa.
“Ketika pejabat tidak malu mengakui salah, dan jurnalis tidak mengumbar emosi, maka itu tandanya demokrasi masih tumbuh dengan baik,” ucap Andi Saharuddin.