Kaltimreport.com – Akses utama warga Kecamatan Samarinda Ilir kembali lumpuh setelah Jalan Merdeka Timur yang akrab disebut Jalan Kuburan Cina mengalami longsor besar pada penghujung 2024. Jalur penghubung menuju simpang Jalan Damai itu kini tidak dapat dilalui akibat retakan tanah yang melebar serta amblasnya badan jalan.
Ironisnya, kerusakan ini terjadi tidak lama setelah perbaikan selesai dilakukan pada 2023, menyusul longsor serupa yang pernah melumpuhkan mobilitas warga. Akibatnya, masyarakat harus kembali menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh. Kondisi ini memperpanjang waktu tempuh dan menambah biaya transportasi sehari-hari.
Kekhawatiran kian meningkat karena peristiwa tersebut terjadi di tengah masuknya musim penghujan. Curah hujan yang tinggi dikhawatirkan memperparah kondisi jalan yang sudah labil, sekaligus memicu potensi longsor susulan yang lebih besar.
Menanggapi kondisi darurat tersebut, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Ahmad Sukamto, memastikan akan membawa persoalan ini ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia menegaskan bahwa lokasi longsor berada dalam wilayah pemilihannya sehingga penanganannya akan diawasi langsung.
“Kasus ini akan saya sampaikan ke PUPR. Letaknya ada di dapil saya, dan saya pastikan penanganannya akan terus saya awasi,” ujarnya.
Masyarakat kini menanti langkah nyata pemerintah kota agar akses vital ini segera dipulihkan sebelum intensitas hujan memperburuk keadaan.