KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan rangkaian 50 program prioritas tetap berjalan meskipun kapasitas fiskal daerah mengalami tekanan pada tahun anggaran mendatang. Pemerintah menekankan bahwa program yang memiliki indikator dan target kuantitatif akan terus dipertahankan melalui kombinasi efisiensi internal dan dukungan lintas lembaga.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menjelaskan bahwa keberlanjutan program pembangunan sangat bergantung pada perencanaan berbasis angka yang terukur. Ia menilai program yang sudah memiliki kalkulasi kebutuhan, seperti pembangunan rumah layak huni, pengembangan lahan pertanian, hingga bantuan untuk RT, lebih mudah dikawal karena memiliki struktur capaian yang jelas.
“Kalau sudah ada hitungannya, kita tahu apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mencapainya,” ujarnya.
Menurut Mahyunadi, salah satu strategi menjaga keberlanjutan program adalah memaksimalkan bantuan dari kementerian maupun mitra non-pemerintah. Ia mencontohkan sektor pertanian, yang memungkinkan percepatan pengembangan lahan 100 ribu hektare melalui dukungan alsintan, bibit, dan pendampingan dari lembaga eksternal.
“Kekuatan kita ada pada kolaborasi. Daerah tidak bisa mengandalkan APBD saja,” katanya.
Pemerintah juga menerapkan efisiensi dengan mengarahkan pembiayaan ke program yang memberikan dampak nyata dalam jangka menengah. Skema multi-year digunakan untuk proyek besar seperti peningkatan jalan Sangatta–Rantau Pulung agar proses lelang tidak berulang setiap tahun.
“Kita ingin pembangunan tetap bergerak meski kondisi anggaran berubah. Multi-year adalah cara untuk menjaga kesinambungan,” ucapnya.
Selain infrastruktur, program layanan masyarakat seperti bantuan RT dan seragam sekolah disebut tetap menjadi prioritas. Pemerintah memastikan penyesuaian anggaran tidak menghilangkan esensi pelayanan dasar.
“Efisiensi itu bukan memangkas, tetapi memastikan uang daerah dipakai seefektif mungkin,” tegas Mahyunadi.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah optimistis seluruh program prioritas yang ditargetkan hingga 2028 tetap dapat dicapai sesuai rencana.
“Kita ingin capaian yang terukur dan dapat dirasakan masyarakat,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kutim/—)









