Dari Literasi hingga Seni Pelajar, Kutim Sulap Akhir Tahun Jadi Panggung Pendidikan Berbudaya

ADVERTORIAL255 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Menjelang berakhirnya 2025, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memusatkan perhatian pada empat agenda kebudayaan yang dirancang sebagai pertemuan antara pendidikan dan seni. Berbeda dari agenda seremonial biasanya, keempat kegiatan ini menekankan pentingnya pembentukan identitas kultural pelajar.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terdiri dari Festival Magic Land, Festival Literasi Daerah, Pentas Seni Pelajar, dan Gebyar PAUD Kreatif. Seluruhnya digelar sepanjang November hingga Desember.

“Sekolah perlu menjadi ruang kebudayaan yang hidup, bukan hanya tempat transfer pengetahuan. Kami ingin budaya menjadi bagian dari keseharian siswa,” ujarnya.

Festival Literasi Daerah menjadi fokus karena melibatkan ribuan pelajar dalam kegiatan menulis massal yang ditargetkan meraih rekor MURI. Langkah tersebut, menurut Mulyono, bukan sekadar pencapaian simbolik, tetapi bentuk intervensi untuk menumbuhkan budaya menulis yang kian terpinggirkan di era digital.

“Literasi adalah benteng agar generasi tidak kehilangan daya kritis,” katanya.

Sementara itu, Pentas Seni Pelajar menghadirkan ruang ekspresi bagi pelajar melalui tari tradisional, teater, dan pameran seni. Pemerintah sengaja memperluas lokasi kegiatan ke tiap kecamatan agar akses seni tidak terkonsentrasi di kota.

“Pendekatan seperti ini merupakan strategi pemerataan budaya yang menjadi bagian dari arah kebijakan pendidikan di Kutim,” ungkap Mulyono.

Mulyono menekankan bahwa hubungan pendidikan dan kebudayaan bersifat saling melengkapi. Ketika siswa dikenalkan pada seni dan literasi, mereka membangun kesadaran tentang identitas lokal.

“Anak-anak yang mengenal budayanya tumbuh dengan rasa percaya diri yang berbeda,” tambah dia.

Dengan empat agenda ini, pemerintah berharap akhir tahun menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan berbasis budaya di Kutai Timur. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *