Disperindag Kutim Susun Tahapan Hilirisasi Sawit, Siapkan Investasi dan Kawasan Industri

ADVERTORIAL268 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur menyiapkan langkah operasional untuk menjalankan hilirisasi kelapa sawit sebagai program prioritas daerah. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan crude palm oil (CPO) menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menyebut bahwa hilirisasi menjadi instruksi langsung Bupati Kutim. Pemerintah meminta agar industri sawit tidak lagi berhenti pada pengiriman CPO mentah.

“Arah kebijakan sudah jelas. Kita diminta meningkatkan nilai tambah sawit,” ujar Nora.

Pemerintah mulai menyusun rencana teknis terkait pengembangan industri turunan. Ada tiga sektor yang disiapkan: pengolahan minyak goreng, pembuatan margarin, dan pemanfaatan CPO sebagai bahan baku industri kosmetik. Selain itu, opsi pengembangan surfaktan rumah tangga turut masuk dalam kajian awal.

Meski peluangnya besar, Nora menjelaskan bahwa hilirisasi membutuhkan investasi jangka panjang serta kawasan industri yang terintegrasi. Saat ini pemerintah memetakan titik yang akan disiapkan sebagai lokasi pabrik. Kajian kebutuhan listrik, suplai air, dan akses jalan sedang dilakukan.

“Kita harus memastikan area industri benar-benar siap sebelum investor datang,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Disperindag mulai melakukan identifikasi rantai pasok yang dapat melibatkan UMKM lokal. Pemerintah menilai bahwa sektor pengemasan, logistik, hingga penyediaan bahan tambahan bisa digarap pelaku usaha kecil di daerah. Skema ini diharapkan menambah serapan tenaga kerja.

Nora menyebut bahwa hilirisasi sawit termasuk dalam 50 program prioritas Bupati Kutim. Pemerintah ingin meningkatkan kontribusi industri terhadap pendapatan daerah dan mengurangi ketergantungan pada perdagangan komoditas mentah.

“Kalau hilirisasi berjalan, dampaknya terasa sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan semua proses dilakukan bertahap dan sesuai kebutuhan investor. “Kami ingin sektor industri tumbuh kuat. Hilirisasi ini bagian dari fondasinya,” tutup Nora. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *