Dua Tahun Program Tali Asih Berjalan Kutim Mulai Benahi Basis Data dan Skema Perlindungan Veteran

ADVERTORIAL264 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Memasuki tahun kedua pelaksanaan, program tali asih untuk veteran di Kutai Timur mulai menunjukkan tantangan baru yang berkaitan dengan pembaruan data dan penguatan layanan berbasis kebutuhan. Pemerintah daerah menilai bahwa program yang dimulai pada 2023 ini membutuhkan fondasi pendataan yang lebih solid agar benar-benar efektif bagi kelompok veteran.

Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, menegaskan bahwa tahun kedua program menjadi momentum untuk memperbaiki akurasi data penerima. “Kami mulai mengevaluasi ulang kondisi veteran satu per satu. Pendataan itu sangat penting karena situasi mereka cepat berubah,” ujarnya.

Sebagian besar veteran di Kutim berada pada usia lanjut, sehingga dinamika kesehatan dan kebutuhan mereka juga berubah. Karena itu, verifikasi lapangan menjadi tahap sentral program tahun ini. Pendekatan berbasis kunjungan langsung diharapkan dapat menangkap kebutuhan yang tidak tercatat dalam sistem administrasi.

Program tali asih tahun kedua juga memunculkan diskusi terkait keberlanjutan layanan sosial di Kutai Timur. Selama ini, tali asih menjadi satu-satunya skema reguler yang diberikan kepada veteran. Pemerintah daerah kini menimbang setiap bagaimana memperluas bentuk dukungan sehingga tidak hanya sebatas bantuan finansial, tetapi juga mencakup dukungan kesehatan, akses layanan, dan pemantauan sosial.

Ernata menekankan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan program dengan tata kelola yang lebih akuntabel. “Penghormatan kepada veteran harus diwujudkan dengan data yang valid dan layanan yang jelas,” katanya.

Dengan memasuki fase pendalaman data dan evaluasi, Dinsos berharap program tali asih dapat berkembang menjadi sistem perlindungan veteran yang lebih komprehensif. (ADV/Diskominfo Kutim/—)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *