Program 1.000 Rumah Layak Huni Jadi Penanda Arah Pembangunan Sosial Kutai Timur

ADVERTORIAL, HOME282 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA— Target pembangunan 1.000 rumah layak huni dalam lima tahun yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menandai fokus pembangunan sosial pemerintah daerah dalam periode 2024–2028. Program ini bukan hanya mengupayakan pembangunan fisik, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup warga miskin yang masih banyak tinggal di rumah tidak layak.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengatakan penetapan target tersebut dilakukan melalui proses perencanaan yang mempertimbangkan kapasitas fiskal dan kemampuan teknis. Pemerintah tidak ingin membuat program yang sulit dicapai atau hanya ambisius di atas kertas.

“Angka 1.000 rumah itu bukan asumsi, tetapi hasil perhitungan. Itu yang paling rasional dan bisa dijalankan,” ujarnya.

Pemerintah menyebut program ini lahir dari evaluasi hunian penduduk yang dilakukan desa bersama pemerintah kabupaten. Banyak rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan, seperti ventilasi minim, struktur rapuh, serta lokasi yang rawan banjir lokal. Program rumah layak huni diprioritaskan untuk daerah-daerah yang selama ini tertinggal dalam pembangunan dasar.

Selain mengandalkan APBD, program ini bergerak dengan model kolaboratif. Pemerintah mengajak perusahaan tambang, perkebunan, dan pelaku usaha lainnya untuk bergabung melalui program CSR.

Menurut Mahyunadi, kolaborasi tersebut memungkinkan percepatan pembangunan, terutama apabila perusahaan membantu penyediaan material atau tenaga konstruksi.

Dari sisi perencanaan, pemerintah memastikan kualitas bangunan menjadi standar utama. Rumah tidak hanya sekadar berdiri, tetapi harus memiliki fungsi jangka panjang dan aman bagi penghuninya. Bagi pemerintah, kualitas menjadi indikator penting karena program hunian berhubungan langsung dengan tingkat kesehatan warga.

Mahyunadi menegaskan target 2028 harus dicapai sesuai rencana. Pemerintah menilai konsistensi pelaksanaan program dan pengawasan mutu menjadi dua hal utama untuk memastikan manfaat program ini dirasakan luas.

“Yang sudah ada anggarannya harus dipastikan berjalan dan selesai. Termasuk pembangunan rumah layak huni ini,” katanya.

Program ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam memperbaiki kesenjangan hunian di Kutai Timur dan memperkuat fondasi pembangunan sosial daerah. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *