DPPKB Kutim Buka Program Pembelajaran Baru Khusus Lansia

ADVERTORIAL301 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mencoba membuka ruang baru bagi kelompok usia lanjut yang kerap terpinggirkan dari berbagai kegiatan sosial. Melalui program Sekolah Lansia, DPPKB Kutim ingin memastikan bahwa para warga tua tidak lagi dianggap sekadar beban, tetapi individu yang berhak memperoleh kesempatan berkembang dan tetap terlibat dalam kehidupan bersama.

Program ini disusun dengan gagasan bahwa penuaan seharusnya tidak membatasi martabat dan kemandirian seseorang. Karena itu, pemerintah daerah tidak membangun lembaga baru, tetapi memasukkan program tersebut ke PKBM dan SKB, dua tempat yang sudah lama berfungsi sebagai titik belajar masyarakat. Pendekatan ini membuat akses pembelajaran lebih cepat dibuka tanpa menunggu pembangunan sarana baru.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, mengatakan bahwa program ini lahir dari kebutuhan untuk memastikan lansia tetap sehat secara fisik sekaligus diperhatikan secara emosional.

“Kami melihat banyak lansia yang sebenarnya memiliki energi sosial besar, tetapi tidak menemukan wadah yang memungkinkan mereka berkegiatan. Maka kami ingin menciptakan ruang yang ramah, aman, dan menyenangkan, agar mereka merasa dihargai dan bisa terus berkontribusi,” tuturnya dalam penjelasan cukup panjang.

Kurikulum setahun yang disusun memadukan kegiatan kebugaran, latihan seni, peningkatan keterampilan, hingga aktivitas psikologis untuk menjaga fungsi kognitif. Model pembelajaran dilakukan secara santai agar lansia tidak merasa terbebani, terutama bagi mereka yang sudah lama tidak mengikuti proses belajar formal.

SKB Kutim menjadi lokasi utama karena fasilitas lengkapnya dianggap dapat memberikan pengalaman belajar lebih beragam. Untuk lansia di wilayah terjauh, pemerintah menyiapkan petugas jemput bola agar tidak ada peserta yang tertinggal hanya karena hambatan transportasi.

Junaidi berharap program ini mampu menegaskan bahwa kesejahteraan sosial harus melibatkan seluruh kelompok usia.

“Kami ingin memastikan setiap lansia di Kutim merasa bahwa mereka masih bagian penting dari komunitas, dan negara hadir untuk menjaga itu. Semoga ini menjadi contoh bahwa kebijakan bisa lebih manusiawi dan dekat dengan kebutuhan warganya,” ungkapnya. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *