Kaltimreport.com, Paser – Upaya penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) kembali dilakukan DPRD Kalimantan Timur bersama pemerintah daerah. Kali ini, kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper) ke-l digelar di Desa Samurangau, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, pada 23 Januari 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, H. Fadly Imawan, S.P., M.P.
Dalam kesempatan itu, Fadly memaparkan Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Hadir sebagai narasumber Umar Battong yang turut memberikan pemaparan materi kepada peserta.

Kegiatan ini diikuti warga yang mayoritas ibu-ibu dari Kelurahan Mangkurawang dan Loa Tebu. Sejak awal hingga akhir acara, para peserta tampak aktif dan antusias menyimak materi serta berdialog dengan narasumber.
Fadly Imawan menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang tangguh dan harmonis sesuai amanat Perda. Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera.
“Pembangunan ketahanan keluarga merupakan upaya membentuk keluarga yang kuat, mandiri, dan sejahtera. Keluarga harus mampu memenuhi kebutuhan dasar, menghadapi berbagai tantangan, serta mengembangkan potensi setiap anggotanya,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Ia menambahkan, Perda ini mengatur berbagai aspek penting, mulai dari komunikasi yang sehat dalam keluarga, dukungan ekonomi, pola asuh dan pendidikan anak, hingga menjaga kesehatan fisik dan mental seluruh anggota keluarga. Semua itu diarahkan untuk menciptakan keluarga berkualitas yang menjadi pilar ketahanan nasional.
Selain aspek sosial dan emosional, Fadly juga menyoroti pentingnya ketahanan ekonomi keluarga. Peningkatan keterampilan dalam mengelola keuangan serta mendorong kemandirian ekonomi menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang kokoh.
Sementara itu, narasumber Regina Fabiola menilai kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan masyarakat. Ia menekankan bahwa ketahanan keluarga erat kaitannya dengan peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Menurutnya, mendukung perkembangan anak tidak selalu membutuhkan biaya besar. Orang tua cukup meluangkan waktu untuk mendampingi dan memberikan edukasi sederhana, seperti mengenalkan lingkungan sekitar atau kegiatan menanam tanaman yang dapat merangsang perkembangan motorik dan sensorik anak.
“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini, keluarga harus mampu beradaptasi dan tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan. Ketahanan keluarga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai perubahan zaman,” pungkasnya.









