Kaltimreport.com, Samarinda – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar dalam Kaltim Halal Festival 2026 dinilai menjadi langkah positif dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat di Kota Samarinda. Kehadiran program tersebut dianggap mampu membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal hasil pertanian atau produksi bahan pangan dalam jumlah besar. Menurutnya, aspek keterjangkauan dan ketersediaan kebutuhan sehari-hari juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pemerintah.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya kita banyak menanam saja, tetapi ketahanan pangan itu di semua lini,” ujar Viktor Yuan, Jumat (8/5/26).
Ia menjelaskan, kebutuhan pangan masyarakat mencakup banyak hal, mulai dari bahan kebutuhan dapur rumah tangga hingga makanan siap konsumsi. Karena itu, program pangan murah dinilai dapat membantu masyarakat menjaga pola konsumsi di tengah kondisi ekonomi yang menuntut penghematan pengeluaran.
Menurut Viktor, kegiatan seperti GPM juga memiliki dampak ekonomi yang cukup luas. Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut turut membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal dan produk halal daerah.
Ia menilai perpaduan antara festival produk halal dan pasar pangan murah menjadi konsep yang efektif untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan adanya transaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen, perputaran ekonomi lokal dinilai ikut terdorong.
“Baik itu keperluan dapur, ibu rumah tangga maupun makanan-makanan berat. Jadi ketahanan pangan itu dilihat dari semua sisi,” katanya.
Viktor berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurutnya, akses pangan yang mudah dan terjangkau merupakan bagian penting dalam menjaga kesejahteraan warga.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat sistem ketahanan pangan daerah. Dengan sinergi tersebut, stabilitas kebutuhan pangan masyarakat Samarinda diharapkan dapat terus terjaga. Tutupnya. (Adv./DPRD Samarinda Cep).









