Ekosistem Perbenihan Kutim Mulai Terbentuk Seiring Hadirnya Enam Penangkar Bersertifikat

ADVERTORIAL282 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Perkembangan sektor perbenihan di Kutai Timur (Kutim) mulai menunjukkan arah yang lebih matang setelah enam penangkar benih padi resmi tersertifikasi dan berproduksi aktif. Keberadaan mereka bukan hanya menandai peningkatan kapasitas teknis daerah, tetapi juga membentuk ekosistem perbenihan yang lebih stabil bagi petani.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan bahwa keenam penangkar tersebut telah melewati uji teknis ketat dari BPSB sebelum mendapat sertifikat produksi.

“Standar sertifikasi itu penting untuk memastikan mutu benih tidak turun,” katanya.

Analisis pemerintah menunjukkan bahwa benih unggul nasional masih menjadi pilihan utama petani karena produktivitasnya tinggi dan adaptif terhadap kondisi agroklimat Kutim. Namun, penangkar juga mendorong produksi varietas lokal seperti Mayas sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan plasma nutfah daerah.

“Benih lokal tetap kita rawat karena ia bagian dari identitas Kutim,” ucap Dyah.

Dari sisi distribusi, keberadaan penangkar lokal memperbaiki rantai pasokan benih. Petani tidak lagi bergantung pada stok dari luar daerah yang rentan terlambat saat musim tanam. Distribusi lebih cepat, biaya logistik lebih efisien, dan risiko gagal tanam dapat ditekan.

“Benih itu tidak bisa menunggu. Begitu musim tanam datang, semuanya harus siap,” jelas Dyah.

Pemerintah menilai kemandirian benih sebagai tahap awal menuju peningkatan produktivitas padi lokal. Pembinaan, pemantauan lahan produksi benih, hingga pengawasan mutu akan terus ditingkatkan.

“Ekosistem perbenihan harus kuat dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Ia optimistis jumlah penangkar akan bertambah seiring dengan meningkatnya permintaan benih berkualitas di tingkat petani.

“Kalau ekosistemnya tumbuh, sektor pertanian Kutim akan semakin kokoh,” tutup Dyah. (ADV/Diskominfo Kutim/—)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *