Kaltimreport.com, Samarinda – Permasalahan keterbatasan kantong parkir kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai masih menjadi persoalan yang berulang di berbagai lokasi usaha.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan banyak pelaku usaha yang fokus membuka bisnis namun kurang memperhitungkan kebutuhan lahan parkir bagi pengunjung.
Akibatnya, kendaraan pelanggan kerap meluber hingga ke badan jalan dan menimbulkan gangguan lalu lintas.
“Dari dulu ini selalu menjadi momok. Kenapa? Karena banyak pelaku usaha yang hanya membuka usaha saja, tetapi tidak memikirkan persoalan tersebut,” ujarnya saat di kantor DPRD Samarinda.
Menurut Deni, persoalan parkir seharusnya sudah dipikirkan sejak awal sebelum usaha mulai beroperasi, terutama untuk usaha yang berpotensi mendatangkan banyak pengunjung.
Ia menilai pelaku usaha perlu menyiapkan langkah antisipasi ketika kapasitas parkir yang tersedia tidak lagi mencukupi.
“Harusnya mereka sudah menyiapkan antisipasi, misalnya menyewa tanah kosong, lahan terbuka, rumah warga, atau lokasi lainnya yang memiliki kapasitas cukup untuk menopang kegiatan bisnis mereka,” katanya.
DPRD berharap seluruh pelaku usaha dapat lebih bertanggung jawab dalam menyediakan fasilitas pendukung sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. (Adv./DPRD Samarinda Cep).









