Kaltimreport.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen mendukung program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pastarung di Lapas Kelas IIA Tenggarong. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani, menyampaikan bahwa pembinaan warga binaan perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri melalui pendidikan dan pelatihan, sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Secara moral, warga binaan merupakan warga yang kami titipkan di lapas untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan agar nantinya bisa kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik. Karena itu, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung kegiatan ini,” ujarnya, beberapa hari lalu.
Dukungan Distanak Kukar nantinya dapat diwujudkan melalui pendampingan teknis, berbagi pengetahuan di bidang pertanian, serta penyediaan sarana produksi sesuai kebutuhan dan kemampuan yang tersedia. Salah satu bentuk bantuan yang akan dipertimbangkan adalah penyediaan benih sayuran untuk menunjang kegiatan pertanian di SAE Pastarung.
Rifani menjelaskan, bentuk dukungan tersebut akan dibahas dan diagendakan lebih lanjut agar sesuai dengan kebutuhan program. Pendampingan diharapkan dapat membantu warga binaan memahami proses budidaya sekaligus mengembangkan keterampilan yang berpotensi menjadi bekal usaha setelah mereka bebas.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, program ini diharapkan mampu membuka ruang bagi warga binaan untuk berkontribusi di lingkungan sosialnya. Pengetahuan pertanian yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan secara mandiri maupun dibagikan kepada masyarakat sekitar.
“Harapannya, setelah keluar dari lapas, para warga binaan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti program ini, bahkan turut mentransfer pengetahuan tersebut kepada masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, mereka tidak lagi merasa ragu untuk kembali ke tengah-tengah masyarakat, melainkan mampu berkontribusi dan menjadi bagian dari pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ADV)









