Selamat Ari Wibowo Ajak Warga Liang Ulu Pahami Demokrasi Sebagai Landasan Hidup Bernegara

Kaltimreport.com, Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Selamat Ari Wibowo, kembali menyapa konstituennya melalui kegiatan sosialisasi bertajuk Penguatan Demokrasi Daerah yang digelar di Jalan Awang Long, RT 010, Desa Liang Ulu, Kecamatan Kota Bangun, pada Sabtu (19/7/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam meningkatkan literasi politik masyarakat di tingkat akar rumput.

Dalam kesempatan tersebut, Selamat yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kaltim menekankan bahwa demokrasi tidak cukup dipahami hanya dalam konteks pemilu atau hak suara. Menurutnya, demokrasi adalah sistem yang hidup dalam keseharian masyarakat, termasuk dalam menghormati perbedaan, menjalankan kewajiban, dan menjunjung tinggi keadilan.

“Demokrasi adalah jalan yang memberi ruang kepada semua orang untuk bersuara dan berperan. Tetapi jika hanya dipahami sebagai urusan lima tahunan, maka kita telah mengkerdilkannya,” ujarnya di hadapan puluhan peserta yang hadir dengan antusias.

Kegiatan ini turut menghadirkan dua narasumber, Alauddin dan Dedi Efendi, yang memaparkan materi secara interaktif dan komunikatif. Keduanya mengajak peserta untuk mengkritisi tantangan demokrasi masa kini, seperti sikap apatis warga terhadap isu publik dan kecenderungan sentralisasi kekuasaan.

Dalam paparannya, Selamat juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara. Ia menyebutkan bahwa hak atas pendidikan, kesehatan, dan keamanan harus dibarengi dengan kesadaran akan kewajiban seperti menaati hukum, membayar pajak, serta menjaga ketertiban sosial.

“Kalau kita bicara hak saja, tapi lupa menjalankan kewajiban, maka demokrasi kita akan pincang. Perlu ada kesadaran bersama bahwa keduanya saling menguatkan,” terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Diskusi berjalan dinamis. Beberapa peserta mengangkat isu seputar keterlibatan warga dalam pengambilan keputusan di tingkat desa dan peran pemuda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Narasumber menanggapi dengan berbagai perspektif yang memantik semangat peserta untuk lebih aktif dalam kehidupan berdemokrasi.

Menjelang akhir kegiatan, Selamat mengajak seluruh warga yang hadir untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Ia menekankan bahwa demokrasi yang sehat hanya bisa dibangun jika masyarakat terlibat aktif, bukan hanya sebagai penonton.

“Perubahan tidak lahir dari diam, tapi dari aksi nyata. Mari jaga demokrasi kita agar tetap berpihak pada rakyat dan keadilan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *