Dua Puskesmas di Kutim Tanpa Dokter Tetap, Kebijakan Insentif Diproyeksikan Jadi Solusi Jangka Panjang

ADVERTORIAL273 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Dua puskesmas di Kutai Timur (Kutim), masing-masing di Batu Ampar dan Rantau Pulung, masih belum memiliki dokter tetap meskipun infrastrukturnya sudah siap. Situasi ini menegaskan bahwa tantangan pemerataan tenaga kesehatan di daerah luas seperti Kutim tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga kemampuan menarik tenaga medis untuk tinggal dalam jangka waktu panjang.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyampaikan bahwa selama ini pelayanan di dua puskesmas tersebut ditopang oleh program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan. Tenaga kesehatan yang dikirim bertugas dalam periode rotasi satu hingga dua tahun.

“Tanpa tenaga Nusantara Sehat, layanan dasar mungkin terganggu,” kata Sumarno.

Dalam perspektif kebijakan, pola rotasi dianggap efektif sebagai solusi darurat, tetapi tidak cukup untuk membangun sistem kesehatan yang stabil. Pemerintah daerah kini merancang skema insentif yang diarahkan untuk menarik dokter menetap di wilayah pedalaman. Insentif tersebut diproyeksikan menjadi langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga rotasi.

Sumarno menegaskan bahwa pemerataan tenaga kesehatan merupakan mandat penting dalam penyelenggaraan layanan publik. Ketimpangan distribusi tenaga medis, khususnya di daerah pedalaman, harus ditangani melalui intervensi kebijakan yang sistematis.

“Kami ingin memastikan warga Kutim mendapatkan layanan tanpa harus bepergian jauh,” tutur dia.

Program tersebut, menurut Sumarno, menunjukkan pendekatan Kutim dalam membangun fondasi kesehatan berbasis keberlanjutan yang memadukan kebijakan insentif, penataan SDM kesehatan, dan penyediaan fasilitas yang memadai. (ADV/Diskominfo Kutim/—)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *