Susun Kalender Kompetisi 2026, Dispora Kutim: Atlet Jangan Terbiasa di Zona Nyaman!

ADVERTORIAL285 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Timur (Kutim) memperkuat pola pembinaan atlet dengan menekankan pentingnya kompetisi rutin sebagai bagian dari peningkatan performa. Program itu kini dirancang masuk dalam Kalender Kompetisi 2026 agar pembinaan tidak sebatas latihan teknis di lapangan.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan bahwa latihan intensif tanpa uji tanding hanya menciptakan atlet yang terbiasa pada zona nyaman. Menurutnya, ritme pertandingan yang terjadwal akan mengasah kepercayaan diri dan reaksi atlet pada tekanan kompetisi sesungguhnya.

“Kita melihat anak-anak ini semangat latihan, tetapi latihan tidak cukup. Mereka perlu jam bertanding yang konsisten supaya kemampuan teknik dan mentalnya berkembang seimbang,” ujar Basuki.

Ia menambahkan bahwa jadwal pertandingan akan dibuat lebih merata dan menyasar beberapa cabang olahraga prioritas.

Basuki menjelaskan bahwa upaya ini berjalan paralel dengan pembangunan dan peningkatan fasilitas olahraga. Ia mencontohkan Kudunga Sport Center yang menurutnya telah memenuhi standar pelaksanaan event yang lebih besar.

“Kudunga sekarang bagus, bersih, dan standar nasional. Fasilitas begini membuat atlet merasa dihargai dan mendorong penyelenggaraan kompetisi yang lebih berkualitas,” katanya.

Sebagai pendukung regulasi, Dispora juga sedang menuntaskan rancangan Peraturan Daerah (Perda) olahraga. Regulasi ini akan mengatur penggunaan, perawatan, dan pengelolaan sarana agar fasilitas yang dibangun tidak terbengkalai.

“Semua fasilitas harus terjaga. Dengan Perda, kita ingin masyarakat di semua kecamatan memiliki tempat berolahraga yang layak,” jelasnya.

Basuki mengakui bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Ia menilai kontribusi pelaku usaha penting untuk memperluas cakupan pembinaan atlet.

“Pemerintah punya keterbatasan. Dunia usaha harus ikut terlibat karena ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” ucapnya.

Terkait usulan anggaran KONI Kutim yang mencapai Rp50 miliar, Basuki menegaskan bahwa prosesnya tetap mengikuti mekanisme anggaran yang berlaku.

“Semua usulan tentu melalui TAPD untuk memastikan kemampuan keuangan daerah,” katanya.

Dengan kalender kompetisi yang terstruktur dan fasilitas yang terus dibenahi, Dispora optimistis Kutai Timur bisa mempercepat munculnya atlet-atlet muda yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *