Dinas Koperasi Kutim Dorong UMKM Belajar Selera Pasar Global untuk Buka Jalur Ekspor

ADVERTORIAL288 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Upaya memperkuat orientasi ekspor UMKM di Kutai Timur (Kutim) mulai masuk tahap pembinaan berbasis permintaan pasar. Dinas Koperasi Kutim menegaskan bahwa peningkatan mutu produk saja tidak cukup untuk menembus pasar luar negeri. Namun, yang jauh lebih penting adalah kemampuan pelaku usaha membaca kebutuhan konsumen internasional dan menyesuaikan produk sesuai permintaan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Kutim, Teguh Budi Santoso, mengatakan pemerintah daerah kini mengarahkan pembinaan ekspor agar tidak lagi berangkat dari rasa puas terhadap produk sendiri.

“Banyak pelaku usaha percaya bahwa produknya sudah bagus, tetapi belum tentu sesuai dengan preferensi konsumen luar negeri. Karena itu, pembinaan akan dilakukan langsung oleh pembeli dari negara tujuan agar penyesuaiannya benar-benar tepat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses ini akan menyentuh seluruh aspek, mulai dari rasa, keamanan produk, hingga cara penyajian.

Menurut Teguh, salah satu kelemahan UMKM selama ini adalah terlalu mempertahankan karakter produk tanpa memperhitungkan budaya, tren, dan standar konsumsi negara tujuan.

“Ekspor itu bukan soal siapa paling bangga pada hasil produksinya, tetapi soal siapa yang mampu memenuhi standar pasar. Pembeli menetapkan ukuran, dan kita harus menyesuaikan. Itu aturan mainnya,” ujarnya.

Ia mengibaratkan hal tersebut dengan sederhana: “Kalau orang ingin makan pecel, ya pecel yang harus dipenuhi, bukan keinginan penjual untuk memasak yang lain.”

Pembinaan orientasi pasar ini akan dikembangkan secara bertahap melalui kelas ekspor, mentoring, dan simulasi pemasaran internasional. UMKM akan diajarkan membaca pola konsumsi, membuat survei kecil, memahami review pembeli luar negeri, hingga menyesuaikan kemasan agar relevan secara global. Teguh menyebutkan bahwa banyak pembeli dari Malaysia, Singapura, hingga Timur Tengah sudah menawarkan pendampingan langsung.

“Kalau kita adaptif, peluang ekspor itu sangat terbuka. Tapi kalau tetap memaksakan gaya lama pasar global akan menjauh. Ini yang ingin kami ubah,” ungkapnya.

Pemerintah daerah berharap pola pikir baru ini mampu menciptakan pelaku usaha yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga memahami dinamika perdagangan lintas negara secara strategis.

Dengan langkah tersebut, Kutim menargetkan UMKM lokal dapat naik kelas dan ambil bagian dalam rantai dagang internasional yang semakin kompetitif. (ADV/Diskominfo Kutim/—)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *