Kolektivisasi Gula Aren Genjah Jadi Instrumen Baru Penguatan Ekonomi Lokal Kutim

ADVERTORIAL287 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menata ulang pola pengelolaan komoditas aren genjah sebagai salah satu sumber ekonomi lokal yang dianggap potensial. Dinas Koperasi Kutim memperkenalkan skema kolektivisasi produksi yang menempatkan komoditas ini dalam sistem rantai pasok terkoordinasi, bukan lagi produksi per desa yang berjalan sendiri-sendiri.

Kebijakan ini ditempatkan dalam kerangka penguatan ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Kepala Dinas Koperasi Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan bahwa persoalan utama produksi aren bukan terletak pada teknis budidaya, tetapi keterpisahan jaringan ekonomi antarwilayah. Menurutnya, kemampuan produksi masing-masing kecamatan tidak cukup kuat untuk mengimbangi pasar ketika permintaan meningkat.

“Kalau ada pesanan seribu paket gula semut, satu kecamatan mustahil sanggup memenuhinya. Karena itu produksi perlu dikonsolidasikan agar bisa dihitung sebagai kapasitas bersama,” ujarnya.

Sistem kolektif ini juga memungkinkan pemerintah memperkenalkan standarisasi mutu secara terstruktur. Melalui kurasi kualitas dan penyamaan teknik produksi, pemerintah daerah berharap gula aren genjah Kutim dapat memiliki identitas pasar yang lebih jelas.

Standarisasi mutu itu, menurut Teguh, bukan hanya aspek teknis, tetapi instrumen yang menentukan daya saing komoditas lokal.

“Branding daerah tidak bisa dibangun kalau kualitas masing-masing produsen berbeda. Kolektivisasi memberi ruang untuk itu,” katanya.

Kebijakan ini berjalan berdampingan dengan upaya memperbaiki akses pasar bagi petani skala kecil. Selama ini, banyak petani yang hanya mengandalkan pembeli lokal karena keterbatasan modal dan jaringan distribusi.

“Dengan sistem bersama, pemerintah dapat menghubungkan produksi ke pasar yang lebih luas, termasuk pelaku industri dan UMKM di luar Kutim,” tambah Teguh. (ADV/Diskominfo Kutim/–).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *