Judul: DP3A Kutim Galakkan Perencanaan Partisipatif untuk Pelatihan Ekonomi Perempuan

ADVERTORIAL305 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Upaya memberdayakan perempuan melalui pelatihan keterampilan di Kutai Timur (Kutim) kini diarahkan melalui mekanisme perencanaan yang lebih partisipatif. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memilih untuk tidak lagi menetapkan jenis pelatihan dari kantor dinas, tetapi menyusunnya berdasarkan usulan desa yang masuk dalam forum Musrenbang tahunan.

Kepala DP3A Kutim, Idham Cholid, menyebut bahwa pola ini bertujuan menghindari program yang tidak relevan dengan kondisi sosial ekonomi setempat.

“Kami ingin memastikan bahwa pelatihan benar-benar menjawab kebutuhan peserta. Karena itu, usulan dari desa menjadi dasar utama. Kami tidak menentukan dari atas,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa desa yang mengajukan permintaan berbeda-beda. Ada yang membutuhkan pelatihan tata rias, sementara desa lain lebih memilih pelatihan pembuatan sabun rumah tangga.

“Perbedaan kebutuhan inilah yang membuat kami tidak bisa menyeragamkan program,” ucapnya.

DP3A juga membangun kemitraan dengan lembaga swasta seperti ASPAI untuk memperluas jangkauan pendampingan. Kerja sama ini diarahkan agar peserta mendapat manfaat berkelanjutan setelah pelatihan dasar selesai.

“Pendampingan sangat penting. Kita ingin peserta punya arah lanjutan, minimal mereka bisa mencoba membuka usaha rumahan,” kata Idham.

Meski sistemnya sudah berjalan, tantangan justru muncul dari tingkat partisipasi desa. Banyak desa yang masih lebih fokus mengajukan pembangunan fisik ketimbang kegiatan pemberdayaan. Kondisi itu membuat DP3A memiliki ruang anggaran yang terbatas untuk mengembangkan program.

“Usulan non-infrastruktur memang masih sedikit. Kalau tidak banyak yang mengusulkan, anggarannya juga tidak bisa kami dorong terlalu besar,” jelasnya.

Di sisi lain, DP3A berharap masyarakat mulai melihat pelatihan ekonomi sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kegiatan tambahan. Idham menegaskan bahwa peningkatan kapasitas perempuan berpengaruh langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga.

“Kalau semakin banyak desa mengusulkan, program pun bisa lebih hidup. Kami siap memfasilitasi,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *