Asisten III Kutim Dorong Gerakan Literasi Lewat Pemilihan Duta Baca 2025

ADVERTORIAL270 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kembali komitmennya memperkuat gerakan literasi daerah melalui penyelenggaraan Pemilihan Duta Baca 2025. Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim itu mendapat apresiasi langsung dari Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif, yang menilai ajang tersebut menjadi salah satu instrumen strategis dalam menghidupkan kembali budaya membaca.

Menurut Sudirman, tantangan terbesar literasi saat ini bukan semata soal ketersediaan buku atau fasilitas perpustakaan, melainkan menumbuhkan kembali kegemaran membaca di tengah dominasi gawai digital. Ia menyebut Pemilihan Duta Baca berperan sebagai intervensi sosial untuk memunculkan figur yang dapat menginspirasi masyarakat.

“Di tengah derasnya dunia digital, kita butuh sosok yang bisa mengajak masyarakat kembali mencintai membaca. Itu sebabnya kegiatan seperti ini sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menilai keberagaman peserta yang mengikuti pemilihan menjadi indikator bahwa literasi tidak mengenal batas usia dan latar belakang. Sudirman menegaskan bahwa aktivitas membaca harus dipahami sebagai keterampilan sepanjang hayat.

“Pesertanya berasal dari pelajar sampai orang tua. Itu menunjukkan membaca bukan hanya tugas anak sekolah, tetapi harus menjadi kebiasaan seumur hidup,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut Sudirman, ingin menjadikan kegiatan ini sebagai titik awal memperluas jangkauan program literasi hingga ke desa-desa. Ia menilai bahwa peningkatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teks, tetapi juga kapasitas masyarakat dalam membaca situasi sosial dan mengambil keputusan.

“Membaca itu bukan hanya membuka buku. Membaca juga cara memahami keadaan sekitar agar kita bisa memberi kontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Dengan ajang ini, Pemkab Kutim berharap gerakan literasi menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Pemerintah mendorong Dinas Perpustakaan untuk memperluas kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan lembaga lokal agar budaya membaca semakin mengakar.

“Kami ingin kegiatan ini rutin dilakukan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” tutup Sudirman. (ADV/Diskominfo Kutim/—)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *