Penguatan Ekosistem Ekraf Kutim Melaju Lewat Integrasi Kebijakan Baru

ADVERTORIAL286 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Penguatan perencanaan ekonomi kreatif (ekraf) di Kutai Timur memasuki fase baru setelah pemerintah daerah memutuskan memasukkan seluruh program ekraf ke dalam 50 program prioritas Bupati Kutim. Langkah ini tidak hanya menandai perubahan tata kelola, tetapi juga menunjukkan bagaimana ekraf mulai ditempatkan dalam konteks pembangunan struktural yang lebih luas.

Kabid Ekraf Dispar Kutim, Ahmad Rifanie, menjelaskan bahwa selama ini perkembangan ekraf kerap terhambat oleh perubahan agenda tahunan dan minimnya indikator kinerja. Integrasi ke program prioritas dianggap sebagai cara untuk memberi pijakan kelembagaan yang lebih stabil.

“Kalau kita ingin ekraf berkembang secara berkelanjutan, maka dasar kebijakannya harus kuat. Ketika program ini menjadi bagian dari prioritas, ada kejelasan arah, ada dukungan anggaran, dan ada target yang wajib dicapai. Hal ini membuat pengembangan ekraf tidak lagi bergantung pada pergantian kegiatan setiap tahun,” ucapnya.

Rifanie menyebut bahwa sejumlah prioritas pembangunan yang bersentuhan langsung dengan ekraf mencakup penyelenggaraan event budaya, pembinaan UMKM kreatif, peningkatan sarana wisata, serta pelatihan lintas subsektor. Kombinasi kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mencoba membangun rantai nilai ekraf secara sistematis, tidak hanya mengandalkan event atau proyek jangka pendek.

Ia menilai bahwa event seperti Lomplai, Festival Daya Kayang, dan Sekrat merupakan representasi bagaimana ekraf terhubung dengan dinamika publik. Event-event ini tidak hanya arena ekspresi, tetapi juga ruang ekonomi mikro yang melibatkan kuliner, fotografi, kriya, dan fesyen.

“Kalau rantai nilai ini dipelihara dengan benar, ekraf bisa menjadi sektor yang menopang banyak hal sekaligus. Mulai dari identitas budaya sampai perputaran ekonomi yang lebih luas. Kami ingin memastikan proses ini tidak terhenti hanya karena pergantian program,” ujar Rifanie.

Ia menegaskan bahwa memasukkan ekraf ke dalam prioritas pembangunan merupakan fondasi awal untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih matang. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *