Kaltimreport.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu dibarengi dengan dukungan akses pembiayaan yang mudah dan tepat sasaran. Karena itu, program pinjaman usaha tanpa agunan hingga Rp100 juta dinilai harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha lokal.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan skema kredit tersebut dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha tanpa harus terbebani syarat jaminan yang selama ini sering menjadi kendala utama.
“Ada program kredit sampai dengan Rp100 juta tanpa jaminan. Ini adalah peluang besar yang harus diketahui masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah juga harus memastikan bantuan modal benar-benar diterima pelaku usaha yang layak memperoleh dukungan. Sinkronisasi data UMKM dinilai penting agar program tidak salah sasaran.
Ia meminta instansi terkait, khususnya bidang perdagangan dan koperasi, melakukan pembaruan data secara berkala sehingga UMKM binaan pemerintah bisa diprioritaskan dalam penyaluran bantuan.
“Data dari Dinas Perdagangan dan Koperasi harus benar-benar sinkron. Jangan sampai bantuan ini salah sasaran,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Komisi II DPRD Samarinda turut menyoroti kinerja Perumda Varia Niaga yang dianggap belum memberikan hasil maksimal bagi daerah meski telah menerima dukungan modal dari pemerintah kota.
Iswandi menilai perusahaan daerah tersebut perlu melakukan evaluasi terhadap model bisnis yang dijalankan. Ia menyebut terlalu banyak lini usaha justru membuat pengelolaan menjadi tidak fokus.
“Lebih baik fokus pada lima atau enam bidang usaha saja yang memang dikuasai dan menguntungkan. Kalau terlalu banyak cabang tapi tidak terfokus, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.
Ia juga menyinggung kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dari Varia Niaga yang dinilai masih rendah dibanding besarnya penyertaan modal yang telah diberikan pemerintah.
“Kontribusi PAD-nya baru di angka Rp500 juta. Sementara penyertaan modal yang kita berikan jauh lebih besar dari itu,” tegasnya.
DPRD berharap pembenahan manajemen perusahaan daerah dapat segera dilakukan agar keberadaan Perumda Varia Niaga benar-benar mampu mendukung perekonomian daerah sekaligus memperkuat kontribusi PAD Kota Samarinda.
“Tujuan kita satu yaitu kesejahteraan warga Samarinda. UMKM didukung dengan modal mudah dan Perumda bekerja secara profesional untuk menyumbang PAD,” tutup Iswandi. (Adv./DPRD Samarinda Cep).









