DKP Kukar Pantau Gejala Intrusi Air Laut di Muara Mahakam

Kaltimreport.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memantau perkembangan kondisi air Sungai Mahakam menyusul adanya gejala intrusi air laut di wilayah muara.

Kepala DKP Kukar, Muslik, mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perubahan kondisi perairan tersebut memberikan dampak terhadap sektor perikanan, khususnya usaha budi daya dan kehidupan ikan.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi air Sungai Mahakam, termasuk melihat apakah perubahan yang terjadi memberikan dampak signifikan terhadap perikanan,” kata Muslik, Minggu (27/9/2026).

Menurutnya, gejala intrusi air laut perlu menjadi perhatian karena perubahan parameter kualitas air, seperti pH dan salinitas, dapat memengaruhi usaha budi daya maupun habitat ikan.

Karena itu, DKP Kukar mengimbau petani dan pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi perairan.

Pemantauan tidak hanya dilakukan secara langsung oleh DKP, tetapi juga melibatkan penyuluh perikanan yang berada di lapangan. Para penyuluh turut memantau perkembangan kondisi perairan sekaligus berkoordinasi dengan masyarakat.

Muslik menjelaskan, ikan pada dasarnya memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Ketika kondisi perairan berubah secara perlahan, ikan dapat melakukan ruaya atau berpindah menuju wilayah yang masih sesuai dengan habitatnya.

“Kalau perubahan itu pelan-pelan, ikan akan bermigrasi dan mencari tempat yang sesuai dengan habitat hidupnya,” jelasnya.

Namun, kondisi berbeda dapat terjadi apabila perubahan kualitas air berlangsung cepat dan ekstrem. Hal tersebut berpotensi mengganggu kehidupan ikan, terutama ketika kondisi perairan sudah tidak lagi mendukung habitatnya.

Meski demikian, Muslik menyebut hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan masyarakat yang secara khusus menunjukkan adanya dampak signifikan terhadap ikan akibat kondisi tersebut.

“Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat yang bisa disampaikan terkait dampak signifikan tersebut,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *