Kaltimreport.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mematangkan skema pelayanan bagi para kafilah yang akan mengikuti rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Salah satu yang menjadi perhatian ialah kesiapan Liaison Officer (LO) sebagai penghubung sekaligus pendamping kafilah selama kegiatan berlangsung.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar), Awang Ivan Akhmad Yamani, mengatakan pihaknya dipercaya sebagai koordinator LO untuk memastikan kebutuhan pendampingan peserta dapat berjalan secara terarah.
Menurutnya, sejak tahap awal persiapan, Dispar Kukar melakukan inventarisasi terhadap perangkat daerah yang ditugaskan mengirimkan ASN sebagai LO.
“Ada 12 OPD yang ditunjuk untuk menugaskan ASN sebagai LO. Masing-masing OPD diminta menyiapkan maksimal empat orang. Alhamdulillah, pada Juli lalu sudah kami inventarisasi dan terkumpul sekitar 33 orang ASN, terdiri dari PNS dan PPPK,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Selain melibatkan ASN dari sejumlah OPD, Dispar Kukar juga menyiapkan personel internal yang memiliki pengalaman dalam pelayanan dan pendampingan tamu. Sebanyak 24 personel Dinas Pariwisata akan turut diperbantukan sebagai LO.
Dengan komposisi tersebut, total petugas yang disiapkan mencapai 57 orang, terdiri atas 33 ASN dari 12 OPD dan 24 personel Dispar Kukar.
Ivan menjelaskan, 24 personel Dispar Kukar tersebut nantinya tidak hanya bertugas mendampingi kafilah. Mereka juga akan ditempatkan untuk mendukung pelayanan bagi dewan hakim dan panitia provinsi.
Khusus pendampingan kafilah, setiap kafilah akan mendapatkan dua orang LO. Penempatannya terdiri atas satu petugas laki-laki dan satu perempuan.
Skema tersebut disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan pelayanan peserta sekaligus mempermudah komunikasi selama kegiatan. Petugas laki-laki akan mendampingi peserta laki-laki, sementara petugas perempuan mendampingi peserta perempuan.
“Dengan sistem berpasangan ini, komunikasi dan penyampaian informasi kepada masing-masing kafilah diharapkan bisa lebih mudah dan efektif,” jelasnya.
Tak sekadar menjadi penghubung antara peserta dan panitia, keberadaan LO juga diharapkan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang baik bagi para tamu selama berada di Kukar.
Sebab, menurut Ivan, petugas LO nantinya menjadi salah satu pihak yang paling banyak berinteraksi langsung dengan kafilah. Mereka harus siap membantu menjawab kebutuhan informasi peserta, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan lokasi kegiatan maupun kebutuhan selama berada di daerah.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar memberikan pelayanan yang maksimal, sekaligus memperkenalkan daerah kepada para peserta dan tamu yang datang dari berbagai wilayah.
Dengan pembagian personel dan pola pendampingan yang telah disusun, Dispar Kukar optimistis koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih tertib dan responsif selama pelaksanaan MTQ. (ADV)















