Maskot Disiapkan, Kukar Klaim Persiapan MTQ Provinsi Sudah 80 Persen

Kaltimreport.com – Persiapan Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur terus dimatangkan. Sejumlah kebutuhan utama pelaksanaan mulai disiapkan, termasuk maskot hingga pola koordinasi dengan kafilah dari seluruh kabupaten/kota.

Asisten III Setda Kukar, Dafip Haryanto mengatakan secara umum kesiapan daerah sebagai tuan rumah telah mencapai sekitar 80 persen.

Menurutnya, tahapan yang tersisa lebih banyak berkaitan dengan penyelarasan teknis bersama panitia dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur.

“Secara umum, kalau dipersentasekan, kesiapan kami sudah sekitar 80 persen. Insyaallah sudah siap, tinggal beberapa penyesuaian yang perlu dikoordinasikan dengan panitia provinsi maupun LPTQ Provinsi,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).

Salah satu bagian yang telah dipersiapkan adalah maskot kegiatan. Meski konsepnya sudah tersedia di tingkat tuan rumah, penetapan maskot tersebut masih akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan LPTQ Provinsi.

Pemkab Kukar juga menjadwalkan tahapan penting dalam waktu dekat. Rapat finalisasi kesiapan pelaksanaan dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober, sebelum agenda ekspos kesiapan yang direncanakan pada 4 November.

Selain kesiapan teknis kegiatan, koordinasi dengan para kafilah juga mulai menjadi perhatian. Panitia daerah akan menyiapkan liaison officer (LO) atau penghubung bagi masing-masing kafilah kabupaten/kota.

Langkah ini diharapkan membuat komunikasi antara kafilah dengan panitia tuan rumah berjalan lebih cepat, terutama untuk kebutuhan selama berada di Kukar.

“Dalam rapat tadi juga disepakati bahwa komunikasi dengan LO atau penanggung jawab masing-masing kafilah akan segera dilakukan,” jelas Dafip.

Melalui mekanisme tersebut, setiap kafilah nantinya dapat memperoleh informasi dan melakukan koordinasi terkait kebutuhan pemondokan atau hotel, konsumsi, kendaraan, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Menurutnya, keberadaan LO sekaligus menjadi upaya panitia untuk memastikan pelayanan kepada peserta dapat dipersiapkan sejak awal. Dengan komunikasi yang lebih terarah, kebutuhan masing-masing kafilah diharapkan bisa terpetakan sebelum rangkaian MTQ berlangsung.

“LO masing-masing nantinya akan kami sampaikan kepada setiap kafilah kabupaten/kota, sehingga koordinasi terkait akomodasi, termasuk penginapan di hotel, dapat dilakukan lebih awal dan lebih mudah,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *