Kaltimreport.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan penanganan bertahap bagi warga terdampak kebakaran yang mengakibatkan 11 rumah terdampak dan 15 kepala keluarga (KK) menjadi korban di Kecamatan Tenggarong. Langkah ini diarahkan untuk membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari sekaligus mempersiapkan penataan kawasan pascakebakaran.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pemerintah daerah turun langsung untuk melihat kondisi warga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan. Koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran juga dilakukan guna mengevaluasi langkah yang diperlukan agar respons terhadap musibah serupa dapat ditingkatkan.
“Kami dari pemerintah daerah hadir untuk meringankan beban warga yang terdampak musibah kebakaran ini. Kami juga ingin melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan serta merencanakan langkah-langkah agar penanganan kejadian serupa ke depannya bisa lebih cepat,” ujarnya.
Aulia menjelaskan, penanganan dibagi dalam beberapa tahapan. Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan agar kebutuhan dan aktivitas harian warga tidak terhambat. Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga telah menjalankan langkah penanganan sesuai tugas masing-masing.
Adapun untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah akan mengupayakan penataan serta pembangunan kembali dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Bentuk dukungan yang dapat diberikan akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah dan kemampuan yang tersedia.
Menurutnya, penanganan kebakaran tidak cukup hanya berfokus pada kondisi setelah kejadian. Pemerintah juga perlu memperkuat upaya pencegahan agar risiko serupa dapat ditekan di kemudian hari.
“Kita akan melihat kemampuan yang kita miliki dan kebutuhan di lapangan. Yang kita inginkan sekarang adalah bagaimana kita bisa memitigasi sehingga kebakaran ini tidak terjadi. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Kukar berharap warga terdampak memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama masa pemulihan. Di sisi lain, koordinasi antarlembaga dan keterlibatan masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan permukiman yang lebih aman. (ADV)















