Kaltimreport.com – Suara dan gagasan anak-anak Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat ruang untuk didengar melalui gerakan literasi yang diinisiasi bersama Gerakan Penggiat Minat Belajar (GPMB). Sebagai bentuk respons terhadap partisipasi tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri berencana membalas surat-surat yang ditujukan kepadanya pada 11 November 2026.
Program ini menjadi salah satu upaya membangun kedekatan antara pemerintah daerah dengan generasi muda sekaligus menumbuhkan keberanian anak-anak dalam menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Aulia mengungkapkan, antusiasme anak-anak dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Berdasarkan data yang diterima, sekitar 1.000 surat telah masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 surat telah diterima PT Pos Indonesia dan disalurkan kepada panitia pelaksana.
“Kita akan melaksanakan kegiatan membalas surat-surat teman-teman atau anak-anak kita yang ditujukan kepada Bupati pada 11 November mendatang,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pemerintah daerah selanjutnya akan menindaklanjuti surat-surat tersebut. Selain memberikan balasan, para pemenang juga akan diundang dalam kegiatan yang direncanakan berlangsung pada tanggal tersebut.
Menurut Aulia, kegiatan ini bukan sekadar menjadi ruang bagi anak-anak untuk menulis dan menyampaikan pesan, tetapi juga kesempatan bagi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi generasi muda secara langsung.
“Kita juga akan mengundang para pemenang. Dari data yang ada, sekitar 1.000 surat sudah masuk dan 500 surat di antaranya telah sampai ke PT Pos Indonesia untuk disalurkan kepada panitia pelaksana,” jelasnya.
Ia berharap, interaksi tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus mendorong mereka semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan literasi.
Aulia juga menilai penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bergerak sendiri tanpa dukungan komunitas dan para penggiat yang selama ini memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan dan literasi.
“Untuk membangkitkan semangat literasi, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus bekerja sama dengan pihak-pihak penggiat literasi,” tegasnya.
Ia menyebut GPMB sebagai salah satu mitra yang dapat diajak berkolaborasi dalam memperluas gerakan literasi di Kukar.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Kukar berharap kegiatan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan anak-anak, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat.
Dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk menulis, menyampaikan pendapat, serta mendapatkan tanggapan, gerakan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis sejak dini sekaligus membangun generasi yang berani berpikir kritis dan menyampaikan gagasan. (ADV)















