Kaltimreport.com, Samarinda – Suasana hangat Ramadan mewarnai pertemuan Ketua Umum DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur yang juga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Syafruddin, S.Pd, bersama para jurnalis di Samarinda. Dalam agenda buka puasa bersama tersebut, ia memanfaatkan momen silaturahmi untuk berdiskusi mengenai berbagai isu strategis, mulai dari peran media hingga kondisi fiskal nasional dan daerah.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu menjadi ruang dialog antara politisi dan insan pers. Syafruddin menegaskan bahwa media memiliki posisi penting dalam perjalanan politik PKB, terutama dalam menyampaikan ide, program, serta sikap partai kepada masyarakat luas.
“PKB tidak akan menjadi apa-apa tanpa dukungan dan publikasi dari teman-teman media. Sehebat apa pun gagasan partai, kalau tidak disampaikan kepada publik, maka akan menjadi gagasan yang hampa,” ujar Syafruddin.
Ia juga menilai peningkatan suara dan kursi PKB dari pemilu ke pemilu tidak terlepas dari kontribusi jurnalis. “Peningkatan suara dan kursi PKB bukan semata kerja partai, tetapi juga kontribusi rekan-rekan jurnalis yang terus mengabarkan program dan perjuangan kami,” tambahnya.
Selain membahas kemitraan dengan media, Syafruddin turut mengajak peserta yang hadir untuk mencermati dinamika global. Ia menilai situasi geopolitik dunia yang tidak stabil berpotensi menimbulkan efek domino bagi berbagai sektor, termasuk ekonomi nasional.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap konflik global. Jika perang meluas, dampaknya bukan hanya pada negara yang berperang, tetapi juga bisa menyentuh ekonomi, lingkungan, bahkan kesehatan masyarakat dunia,” tegasnya.
Pembahasan kemudian mengerucut pada kondisi fiskal Indonesia. Ia menyoroti besarnya postur APBN serta defisit yang masih terjadi, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menentukan arah kebijakan anggaran.
“Dengan APBN Rp3.800 triliun dan defisit ratusan triliun rupiah, pemerintah harus sangat berhati-hati. Beban utang yang besar jangan sampai membatasi ruang fiskal untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Di tingkat daerah, ia menanggapi polemik pengadaan mobil dinas yang menjadi perbincangan publik. Menurutnya, kebijakan belanja harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat, terlebih di tengah tuntutan efisiensi.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita harus bertanya: mana yang benar-benar prioritas? Jangan sampai belanja yang kurang mendesak justru mengalahkan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Sebagai pimpinan PKB di Kaltim, Syafruddin menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pembahasan APBD bersama para kader partai yang duduk di legislatif maupun eksekutif agar berjalan transparan dan akuntabel.
“Saya minta seluruh kader PKB membahas APBD dengan cermat dan transparan. Setiap rupiah yang dibelanjakan adalah uang rakyat. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Menutup pertemuan tersebut, ia mengingatkan bahwa tahapan menuju Pemilu semakin dekat sehingga diperlukan kerja-kerja politik yang lebih intens dan menyentuh masyarakat secara langsung.
“Waktu menuju pemilu tinggal kurang dari tiga tahun. Itu bukan waktu yang panjang. Kita harus bekerja lebih keras, memangkas jarak dengan rakyat, dan memastikan pelayanan benar-benar dirasakan,” pungkasnya.









