Kaltimreport.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menyebut sebagian besar daerah di Indonesia hingga kini masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kemampuan fiskal daerah masih belum merata, terutama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.
“Kontribusi dana transfer terhadap fiskal daerah itu masih sekitar 70 persen,” ujarnya, Senin (11/05/26)
Anhar mengatakan hanya beberapa daerah tertentu yang mampu mandiri secara fiskal karena memiliki pendapatan asli daerah (PAD) besar.
Ia mencontohkan Kabupaten Badung di Bali yang disebut memiliki PAD hingga hampir Rp10 triliun sehingga tidak terlalu bergantung pada transfer pusat.
“Badung itu PAD-nya hampir 10 triliun. Mereka tidak terlalu pusing kalau dana transfer dipotong,” katanya.
Menurutnya, pemerintah pusat perlu memahami kondisi tersebut sebelum mengambil kebijakan pemangkasan anggaran terhadap daerah.
Ia menilai daerah masih membutuhkan dukungan fiskal agar pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap berjalan maksimal.
“Kalau transfer daerah dipotong sementara PAD belum kuat, tentu daerah akan kesulitan,” tegasnya. (Adv./DPRD Samarinda Cep).









