Disperindag Kutim Evaluasi Struktur Logistik untuk Tekan Harga Bahan Pokok

ADVERTORIAL281 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyoroti kembali struktur logistik daerah yang dinilai menjadi penyebab utama tingginya harga sejumlah bahan pokok. Ketergantungan penuh pada pasokan luar daerah disebut membuat biaya distribusi tidak dapat ditekan, sehingga harga barang secara otomatis berada di atas rata-rata wilayah produsen.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menilai persoalan tersebut tidak dapat dipisahkan dari karakteristik ekonomi Kutai Timur sebagai wilayah non-produsen.

“Hampir seluruh barang kebutuhan sehari-hari memasuki Kutim dari berbagai rute, mulai Jawa, Sulawesi, hingga Samarinda. Karena semua pasokan dari luar, struktur biaya angkutnya berlapis,” katanya.

Dony menjelaskan bahwa proses distribusi harus melalui beberapa tahapan: angkutan laut, bongkar muat di pelabuhan, kemudian perjalanan darat menuju kecamatan-kecamatan. Kombinasi faktor ini memperbesar beban logistik, terutama pada komoditas kebutuhan harian seperti beras, minyak, dan gula. Ia menambahkan, karakter geografis Kutim yang luas membuat jarak tempuh antarwilayah tidak bisa dianggap sederhana.

Dalam konteks inflasi, pemerintah daerah berfokus menjaga kelancaran distribusi untuk memastikan harga tidak melonjak secara tiba-tiba.

“Stabilitas pasokan sering kali lebih menentukan dibanding variabel harga itu sendiri. Dengan kata lain, selama barang tersedia, tekanan inflasi dapat dijaga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur distribusi, termasuk penguatan pelabuhan dan kerja sama pasokan antarwilayah, harus menjadi strategi jangka panjang. Tanpa intervensi struktural, Kutim akan terus berada pada posisi harga tinggi, meski tidak sedang mengalami kelangkaan barang.

“Kuncinya adalah memperbaiki fondasi logistik. Selama ketergantungan kita pada luar daerah belum berubah, harga pasti mengikuti beratnya distribusi,” pungkas Dony. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *