KALTIMREPORT.COM, SANGATTA— Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempatkan percepatan penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan sebagai salah satu agenda strategis untuk menekan biaya logistik selama ini. Tanpa pelabuhan yang beroperasi penuh, program tol laut yang disiapkan pemerintah pusat belum mampu memberikan efek signifikan bagi stabilitas harga barang pokok di daerah.
Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan bahwa pemanfaatan tol laut sepenuhnya terkait kesiapan pelabuhan. Menurutnya, trayek dan jadwal kapal memang sudah tersedia, tetapi distribusi tidak akan berjalan efisien jika fasilitas darat di Kenyamukan belum selesai.
“Kita butuh pelabuhan yang benar-benar siap agar proses distribusi dari kapal ke darat bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Saat ini, progres pelabuhan disebut telah mencapai sekitar 80 persen. Namun sejumlah fasilitas inti seperti lapangan penumpukan, jalur keluar-masuk kendaraan, serta sistem logistik terpadu masih harus diselesaikan agar tol laut dapat dijalankan maksimal.
“Kalau nanti kapal bisa masuk langsung ke Kenyamukan tanpa lewat Bontang atau Samarinda, biaya kirim akan jauh lebih rendah,” kata Dony.
Kondisi geografis Kutim yang tidak memiliki basis produksi pangan membuat daerah ini sangat bergantung pada barang dari luar. Akibatnya, biaya distribusi berlapis, mulai dari ongkos laut hingga angkutan darat antar kecamatan. Kehadiran pelabuhan yang berfungsi penuh diyakini menjadi solusi struktural untuk menekan harga barang yang selama ini sulit dikendalikan.
“Pelabuhan itu bukan sekadar fasilitas fisik, tapi instrumen pengendalian harga,” paparnya.
Pemerintah daerah kini aktif berkoordinasi dengan kementerian teknis agar penyelesaian pelabuhan dapat dipercepat. Targetnya, tol laut bisa dimanfaatkan maksimal pada 2026 sehingga masyarakat memperoleh manfaat berupa harga yang lebih stabil.
“Kalau pelabuhan ini selesai seratus persen, Kutim bisa punya sistem distribusi yang lebih efisien. Itu akan terasa langsung di kantong masyarakat,” tutup Dony. (ADV/Diskominfo Kutim/—).















