Siapkan Stok Jelang Nataru, Disperindag Awasi Rantai Pasokan Pangan dan Jadwal Distribusi

ADVERTORIAL278 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Menyambut peningkatan kebutuhan akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan penataan ulang seluruh rantai pasokan pangan dengan pendekatan berbasis data. Pemerintah berupaya memastikan lonjakan permintaan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak mengganggu stabilitas harga maupun volume stok di pasar lokal.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menjelaskan bahwa persiapan dimulai sejak awal triwulan terakhir 2024, saat pemerintah melakukan kalkulasi permintaan, evaluasi stok buffer, dan simulasi pergerakan distribusi.

“Persiapan tahun ini lebih terukur, karena kami memulai dengan proyeksi kebutuhan yang berbasis histori permintaan tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pola tersebut memungkinkan pemerintah membaca titik-titik rawan potensi kekurangan lebih cepat.

Beras SPHP menjadi komoditas yang mendapat perhatian utama. Selain berfungsi sebagai penstabil harga, SPHP juga dianggap sebagai indikator utama ketersediaan pangan lokal. Dony menyebut bahwa stok SPHP yang terdistribusi maupun yang tersimpan di gudang telah disiapkan hingga masuk bulan Januari

“Kalau SPHP stabil, pasar biasanya ikut stabil. Karena itu komoditas ini kami pantau dari hulu ke hilir,” katanya.

Untuk memastikan distribusi berjalan konsisten, Disperindag menerapkan kewajiban laporan harian bagi distributor minyak goreng dan gula. Pemerintah juga memperluas ruang pengawasan dengan menggandeng Satgas Pangan Polres Kutim untuk melakukan inspeksi mendadak tanpa surat pemberitahuan.

Meski potensi kenaikan harga musiman selalu ada, Dony menjelaskan bahwa tren kenaikan tidak akan menimbulkan gejolak selama stok tersedia. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru melakukan pembelian besar-besaran.

“Yang memicu lonjakan bukan permintaan, tapi kepanikan. Jadi kami pastikan stoknya aman agar masyarakat tidak perlu membeli berlebihan,” ucapnya. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *