Pertumbuhan Hortikultura Kutim Ditopang Pisang Kepok Grecek dan Nanas

ADVERTORIAL287 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Penguatan sektor hortikultura di Kutai Timur (Kutim) menunjukkan kecenderungan baru: dua komoditas, pisang kepok grecek dan nanas, mulai berperan sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Tren ini menciptakan dinamika baru di desa-desa, terutama bagi petani yang sebelumnya bergantung pada komoditas musiman.

Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan bahwa pisang kepok grecek telah menjadi komoditas yang berkembang cukup stabil. Varietas ini dinilai unggul karena tekstur dan cita rasanya sesuai kebutuhan pasar.

“Kepok grecek kita diterima karena kualitasnya konsisten,” katanya.

Posisi nanas tidak berbeda jauh. Di sejumlah wilayah dengan karakter tanah yang sesuai, tanaman ini menghasilkan panen yang cukup besar. Potensi olahan juga meningkat, terutama pada sektor UMKM.

“Nanas kita punya peluang besar, terutama untuk produk olahan,” ucap Dyah.

Analisis pemerintah menunjukkan bahwa keberhasilan dua komoditas ini bukan hanya pada kuantitas, tetapi pada kemampuan petani menjaga kualitas. DTPHP memperkuat edukasi budidaya, pengendalian hama, hingga penanganan panen agar standar yang dihasilkan mampu memenuhi permintaan luar daerah.

“Kualitas harus menjadi prioritas. Pasar luar daerah menuntut konsistensi,” ujarnya.

Komoditas turunan seperti keripik pisang, dodol pisang, selai nanas, dan minuman fermentasi menjadi elemen penting dalam rantai nilai hortikultura. Pemerintah menilai bahwa integrasi petani dan UMKM dapat memperbesar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Jika rantai ini terhubung baik, nilai tambahnya besar untuk desa,” katanya.

Pemerintah menempatkan hortikultura sebagai program jangka panjang karena dianggap mampu memberi diversifikasi terhadap ketergantungan komoditas tertentu. Dyah menyatakan bahwa penguatan ekosistem hortikultura akan terus dilakukan.

“Ini bukan program satu musim. Ini pembangunan ekonomi berbasis komoditas yang berkelanjutan,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *