DLH Kutim Benahi TPA, Sebut Disiplin Warga Jadi Kunci Kelancaran Pengelolaan

ADVERTORIAL283 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Perbaikan teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur mulai menunjukkan hasil. Tumpukan yang dahulu menggunung kini mulai diratakan, dan beberapa titik kritis sudah tertutup lapisan tanah untuk mengurangi bau serta risiko longsoran sampah. Pembenahan ini dilakukan secara bertahap mengikuti rencana teknis pengelolaan TPA yang telah disusun DLH.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan LB3 DLH Kutim, Sugiyo, menjelaskan bahwa proses penataan ini difokuskan pada area-area yang selama bertahun-tahun menjadi sumber keluhan warga. Menurutnya, sejumlah titik telah ditutup dan dirapikan agar sirkulasi truk sampah lebih teratur.

“Dalam beberapa bulan terakhir kami melakukan penataan bertahap di zona yang paling sering dipersoalkan. Penutupan dengan tanah dilakukan bukan hanya untuk merapikan, tetapi juga untuk mengurangi tekanan tumpukan lama. Hasilnya mulai terlihat karena area yang sebelumnya dianggap kumuh kini jauh lebih terkendali,” ujar Sugiyo.

Setelah pemaparan itu, ia menegaskan kembali bahwa salah satu kendala terbesar bukan semata berasal dari TPA, tetapi dari ketidaktertiban pembuangan sampah oleh masyarakat. Banyak warga masih membuang sampah di luar jam resmi, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 WITA.

Menurut Sugiyo, pelanggaran jam pembuangan membuat Tempat Penampungan Sementara (TPS) tampak penuh sebelum waktunya. Hal ini sering disalahartikan sebagai keterlambatan pengangkutan, padahal UPT bergerak mengikuti jadwal yang telah ditetapkan.

“Kalau sampah dibuang tidak sesuai jadwal, TPS akan terlihat meluap dan itu memunculkan anggapan seolah-olah armada kami tidak bekerja. Padahal pola pengangkutan sudah kami atur agar efisien, dan masalah muncul karena sampah masuk terlalu cepat,” tuturnya.

DLH juga tengah memperkuat aspek teknis lain seperti jalur masuk truk, pengendalian air lindi, hingga penambahan lapisan tanah sebagai bentuk perawatan rutin. Sugiyo mengatakan bahwa peningkatan kapasitas TPA akan lebih efektif apabila masyarakat ikut mengurangi sampah dari sumbernya.

“Upaya teknis hanya separuh dari solusi. Perubahan perilaku warga jauh lebih menentukan agar TPA tetap berumur panjang dan tidak cepat jenuh,” tambahnya. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *