Penyusunan Roadmap Ekraf Kutim Dimulai, ISI Yogyakarta Turun untuk Petakan Potensi Kreatif

ADVERTORIAL262 Dilihat

KALTIMREPORT.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai menyusun roadmap ekonomi kreatif sebagai upaya merapikan arah pembangunan sektor ekraf yang masih berkembang. Dokumen ini disusun melalui pendampingan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, lembaga yang selama ini dikenal aktif dalam riset seni dan budaya di tingkat nasional.

Kabid Pengembangan Ekraf Dispar Kutim, Ahmad Rifanie, menyebut keberadaan roadmap penting karena bidang ekraf di Kutim belum memiliki landasan kebijakan yang kuat. “Kami baru membentuk bidang ini dua tahun lalu. Tanpa pemetaan yang tepat, sulit menentukan mana yang harus diprioritaskan,” ujarnya.

Rifanie mengatakan, kerja sama dengan ISI Yogyakarta memberikan jaminan bahwa proses penyusunan didukung metode akademis yang jelas.

Proses penyusunan mencakup pemetaan 17 subsektor ekraf, analisis potensi, serta kajian rantai nilai yang ada di masyarakat. Tim ISI melakukan survei lapangan, berdiskusi dengan komunitas, dan mengidentifikasi peluang pasar. Dari hasil sementara, terdapat lima subsektor yang dinilai memiliki kesiapan terbaik: kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, serta film dan fotografi.

“Kelima subsektor itu tidak hanya memiliki pelaku, tetapi juga cerita lokal yang bisa dikembangkan,” kata Rifanie.

Dengan adanya roadmap, pemerintah daerah dapat menentukan program prioritas secara lebih sistematis, mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, hingga penyediaan fasilitas. Selain itu, roadmap juga akan mempermudah koordinasi dengan kementerian, terutama saat Kutim mengajukan dukungan anggaran atau mengikuti program kolaborasi.

Rifanie menegaskan bahwa roadmap menjadi pijakan penting agar pembinaan ekraf tidak bersifat reaktif. “Kami ingin pembangunan ekraf lebih rasional dan berbasis kebutuhan. Ini alat untuk memastikan energi pemerintah tidak tercecer,” ujarnya. Ia berharap dokumen dapat selesai tepat waktu dan menjadi panduan kebijakan tahunan Kutim. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *