Kaltimreport.com, Samarinda – Peristiwa meninggalnya seorang pelajar SMK di Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Kejadian tersebut dinilai menunjukkan masih lemahnya kepedulian sosial di lingkungan masyarakat terhadap warga yang hidup dalam kondisi rentan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan tragedi itu tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena menyangkut perlindungan anak dan akses pelayanan dasar masyarakat.
“Ini tidak bisa dianggap persoalan biasa. Semua pihak harus introspeksi,” ujarnya.
Menurutnya, hingga kini DPRD masih menunggu penjelasan lengkap terkait kronologi kejadian karena informasi yang berkembang di tengah masyarakat masih beragam.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah, sekolah, dan lingkungan sekitar memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan setiap warga memperoleh perhatian sosial serta layanan kesehatan yang layak.
Sri Puji menilai keberadaan RT, Dasawisma, hingga masyarakat sekitar seharusnya dapat menjadi garda terdepan untuk mendeteksi lebih awal apabila ada keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi maupun persoalan kesehatan.
“Kalau komunikasi sosial berjalan baik, biasanya persoalan di lingkungan bisa lebih cepat diketahui,” katanya.
Selain faktor pengawasan sosial, DPRD juga menyoroti masih banyaknya warga yang terkendala administrasi kependudukan sehingga sulit mengakses berbagai program pemerintah.
Menurut Sri Puji, dokumen kependudukan menjadi syarat utama dalam memperoleh layanan seperti BPJS, bantuan sosial, hingga akses pendidikan.
“Administrasi kependudukan itu sangat penting karena menjadi pintu masuk berbagai layanan pemerintah,” tegasnya.
Ia menyebut persoalan tersebut umumnya dialami masyarakat pendatang maupun warga di kawasan pinggiran yang belum sepenuhnya tersentuh pelayanan administrasi secara optimal.
Tak hanya pemerintah dan masyarakat, pihak sekolah juga diminta meningkatkan perhatian terhadap kondisi siswa, terutama mereka yang menghadapi persoalan ekonomi maupun kesehatan.
Sri Puji menilai guru dan wali kelas harus lebih aktif memantau perkembangan peserta didik agar permasalahan sosial yang dialami siswa dapat diketahui lebih cepat.
“Fungsi pengawasan di sekolah harus berjalan. Guru wali kelas dan pihak sekolah harus lebih aktif memperhatikan kondisi siswanya,” ujarnya.
DPRD berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bersama agar kepedulian sosial di lingkungan masyarakat kembali diperkuat sehingga tidak ada lagi anak-anak yang luput dari perhatian maupun akses pelayanan dasar.
“Jangan sampai ada lagi anak-anak yang luput dari perhatian,” tutup Sri Puji Astuti. Adv./DPRD Samarinda Cep).












