Belimbur Erau 2026: Bukan Sekadar Guyur Air, Disdikbud Kukar Ingatkan Makna Penyucian Diri

Kaltimreport.com – Tradisi belimbur dalam rangkaian puncak Erau Adat Kutai Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Tahun 2026 kembali menjadi momentum yang dinantikan masyarakat. Namun, di balik kemeriahan tradisi tersebut, terdapat nilai adat yang perlu tetap dijaga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, mengingatkan masyarakat agar pelaksanaan belimbur tidak bergeser dari makna dan ketentuan adat yang telah diwariskan.

Menurutnya, belimbur bukan sekadar aktivitas menyiramkan air kepada orang lain. Tradisi tersebut memiliki makna sebagai simbol penyucian dan pembersihan diri dari hal-hal negatif.

“Secara esensial, belimbur merupakan proses penyucian diri, sebagai simbol untuk membersihkan diri dan menjadi pribadi yang lebih suci,” ungkapnya, Minggu (27/9/2026).

Karena itu, ia meminta masyarakat yang mengikuti belimbur untuk memperhatikan air yang digunakan. Air yang digunakan harus bersih dan tidak boleh berasal dari sumber yang kotor.

Pesan tersebut, kata Heriansyah, menjadi bagian dari upaya menjaga marwah dan nilai yang terkandung dalam tradisi belimbur. Masyarakat juga diharapkan mematuhi titah Sultan, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban selama prosesi berlangsung.

“Jangan menggunakan air yang kotor. Kami berharap seluruh pihak yang melaksanakan belimbur menggunakan air yang bersih, sehingga pelaksanaan dapat berlangsung dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemeriahan belimbur tetap dapat berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai adat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengikuti tradisinya, tetapi juga memahami pesan yang terkandung di dalamnya.

Belimbur sendiri menjadi bagian dari rangkaian puncak Erau bersama prosesi mengulur naga, beumban, begorok, rangga titi, dan tempong tawar. Keseluruhan prosesi tersebut menjadi warisan leluhur Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang terus dijaga hingga kini.

Heriansyah berharap nilai-nilai tersebut tetap hidup di tengah masyarakat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semangat Erau dan nilai-nilainya semoga terus hidup di hati kita semua.”

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed