Kaltimreport.com – Upaya memperluas kesempatan kerja di Kutai Kartanegara (Kukar) terus dikembangkan melalui jalur kewirausahaan. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar kini memperkuat sektor informal dengan membekali masyarakat melalui pelatihan keterampilan sekaligus dukungan sarana usaha.
Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) tersebut menyasar masyarakat lokal yang memiliki minat untuk membangun usaha sendiri. Skemanya tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pemberian peralatan yang dapat digunakan peserta untuk memulai atau mengembangkan usahanya.
Sejumlah kelompok binaan telah mendapatkan intervensi program tersebut. Di Muara Wis, pelatihan diarahkan pada keterampilan perbengkelan sepeda motor. Sementara di Sembulu, peserta dibekali kemampuan di bidang pertukangan mebel.
Setelah pelaksanaan di dua wilayah tersebut, program akan diperluas ke sejumlah kecamatan lainnya, yakni Loa Kulu, Sebulu, dan Tenggarong.
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan pelaku usaha baru dari kalangan masyarakat lokal.
“Fokus kita saat ini untuk menciptakan wirausaha mandiri. Mereka kita bekali dengan keterampilan selama lima hari, kemudian kita berikan sarana usaha sesuai dengan bidangnya,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pemberian bantuan tidak dimaksudkan sebagai akhir dari program. Distransnaker Kukar akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan kelompok penerima manfaat pada bulan ketiga hingga keempat setelah program berjalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana keterampilan dan bantuan sarana usaha yang diberikan mampu berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Program ini harus dikawal, supaya tidak hanya sekadar output, tetapi nanti memberikan dampak,” tegasnya.
Dalam tahap pemantauan tersebut, pemerintah juga menyiapkan jalur pengembangan bagi kelompok yang membutuhkan tambahan modal. Peserta yang usahanya mulai berjalan namun menghadapi kendala permodalan dapat diarahkan untuk mengakses program lanjutan melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Dengan pola tersebut, pemerintah tidak hanya mendorong masyarakat untuk memiliki keterampilan, tetapi juga berupaya membangun ekosistem agar usaha yang dirintis dapat terus tumbuh.
Dendy menegaskan bahwa sasaran utama program TKM adalah tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat setempat yang memiliki kemauan untuk berwirausaha.
Pendekatan ini sekaligus melengkapi intervensi pemerintah di sektor formal. Jika sebelumnya melalui Job Fair sebanyak 305 peserta diarahkan untuk memasuki dunia kerja formal sebagai calon karyawan, program TKM mengambil jalur berbeda.
“Kalau yang kemarin pada saat Job Fair kita melepas sejumlah 305 peserta, itu intervensinya untuk sektor formal. Kita menyiapkan employer atau karyawan. Kalau ini, kita menyiapkan owner, pemilik usaha mandiri,” jelasnya.
Dengan demikian, pengembangan kesempatan kerja di Kukar tidak hanya diarahkan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menciptakan pekerjaan melalui usaha yang mereka bangun sendiri.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal sekaligus melahirkan lebih banyak wirausaha yang dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.(ADV)










