Kaltimreport.com – Bukan sekadar menyandang gelar, Duta Genre Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) didorong menjadi penggerak yang membawa pesan positif bagi kalangan remaja. Mereka hadir sebagai teman sebaya yang mengajak generasi muda lebih peduli terhadap masa depan dan berani mengambil keputusan yang tepat.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Kartanegara, Sri Lindawati, mengatakan peran tersebut tumbuh melalui pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang dikembangkan di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Menurutnya, remaja yang tergabung dalam PIK-R tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga dipersiapkan menjadi agent of change di lingkungannya.
“Yang terpilih menjadi pengurus PIK-R di sekolah kami berikan pembekalan dan pembinaan secara intensif. Mereka diharapkan mampu menyampaikan informasi dan edukasi kepada teman-temannya sekaligus menjadi perpanjangan program pemerintah di lingkungan sekolah,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).
Menurut Sri, pendekatan melalui teman sebaya menjadi salah satu kekuatan PIK-R. Sebab, ada persoalan tertentu yang terkadang lebih mudah diceritakan seorang remaja kepada teman seusianya dibandingkan kepada orang dewasa.
Karena itu, para remaja yang telah mendapatkan pembekalan didorong menjadi konselor sebaya. Mereka dapat membantu menyampaikan edukasi mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti pertemanan, hubungan sosial, pencegahan penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga pernikahan dini.
Dari proses pembinaan tersebut, Duta Genre kemudian menjadi salah satu wajah penting dalam menyuarakan pesan-pesan positif kepada generasi muda.
“Duta Genre yang turun ke lapangan itu juga berasal dari agen-agen yang ada di PIK-R,” jelasnya.
Untuk menjaga semangat dan kreativitas para remaja, DPPKB Kukar rutin menggelar perlombaan setiap tahun. Bukan sekadar mencari juara, ajang tersebut menjadi ruang bagi remaja untuk menunjukkan gagasan dan inovasi dalam menyampaikan edukasi kepada teman sebayanya.
Berbagai isu yang diangkat pun berkaitan langsung dengan tantangan yang dihadapi remaja, termasuk pencegahan penyalahgunaan zat adiktif, seks bebas, serta pernikahan dini. Pesan-pesan tersebut dikemas dengan cara yang lebih kreatif agar mudah diterima oleh kalangan sebaya.
Hasil pembinaan itu turut terlihat dari capaian Duta Genre Kukar tahun ini. Di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, perwakilan Kukar berhasil masuk dalam lima besar terbaik dan melanjutkan kiprahnya hingga tingkat nasional.
Tak hanya itu, Duta Genre Kukar juga berhasil meraih penghargaan pada kategori Duta Advokasi dan Duta Paporin. Capaian tersebut menjadi tambahan energi bagi pembinaan generasi muda di Kukar.
Sri berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah perlombaan. Lebih penting dari itu, para Duta Genre diharapkan mampu membawa semangat perubahan ke sekolah dan lingkungan masing-masing.
“Harapannya, mereka terus menjadi motivasi bagi remaja lainnya untuk aktif di PIK-R dan menjadi agen perubahan di lingkungannya,” pungkasnya.
Dengan demikian, Duta Genre tidak hanya berbicara tentang prestasi, tetapi juga tentang keberanian remaja untuk menjadi bagian dari solusi. Dari satu sekolah, satu komunitas, hingga lingkungan yang lebih luas, mereka diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan membangun kesadaran bahwa masa depan yang baik perlu dipersiapkan sejak masa remaja. (ADV)










