Kaltimreport.com – Upaya mencegah kebakaran di kawasan permukiman menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) setelah kebakaran di Kecamatan Tenggarong berdampak pada 11 rumah dan 15 kepala keluarga (KK). Selain memperkuat kewaspadaan di tingkat lingkungan, pemerintah berencana menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat secara rutin.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menilai pencegahan perlu menjadi perhatian bersama. Kewaspadaan masyarakat harus dijaga, termasuk ketika kondisi lingkungan terlihat aman dan aktivitas sehari-hari berlangsung seperti biasa.
Salah satu langkah yang akan dijajaki ialah menyampaikan imbauan melalui masjid dan langgar menjelang pelaksanaan salat lima waktu. Pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi warga untuk memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian maupun beristirahat pada malam hari.
“Kami akan berupaya bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia agar masjid dan langgar dapat menyampaikan imbauan kepada masyarakat setiap menjelang salat lima waktu,” kata Aulia.
Ia menjelaskan, masyarakat perlu membiasakan diri memastikan kompor telah dimatikan, memeriksa peralatan listrik, serta mencabut sambungan listrik yang tidak diperlukan ketika meninggalkan rumah. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Selain melalui rumah ibadah, Aulia mendorong pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap RT. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi warga untuk saling mengingatkan, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, termasuk pembakaran sampah di kawasan permukiman padat.
“Ke depan siskamling dapat dilaksanakan di masing-masing RT untuk kembali mengingatkan warga. Ketika situasi aman, terkadang kita menjadi lengah. Karena itu, penting bagi kita untuk saling mengingatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran,” ujarnya.
Terkait usulan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap rumah, pemerintah akan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan dan kemampuan yang dimiliki. Keberadaan peralatan pemadam dinilai penting, tetapi langkah pencegahan tetap menjadi bagian utama dalam mengurangi risiko kebakaran.
Aulia menegaskan, keberhasilan mitigasi tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun petugas pemadam kebakaran. Kesadaran warga dalam menjaga keamanan rumah dan lingkungan turut menentukan efektivitas upaya pencegahan.
Melalui penguatan siskamling, penyampaian imbauan secara berkala, dan peningkatan kepedulian masyarakat, Pemkab Kukar berharap budaya siaga kebakaran dapat tumbuh hingga tingkat lingkungan terkecil. Dengan demikian, upaya menjaga keselamatan warga dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. (ADV)














