Festival Lokal Berdampak, Disdikbud Kukar Dorong Guru Hadirkan Pembelajaran Lebih Bermakna Lewat Gemini

Kaltimreport.com – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan terus didorong untuk mendukung proses pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Lokal Berdampak dalam rangkaian Gemini Academy Impact Awards 2026 yang melibatkan ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) bekerja sama dengan REFO Indonesia ini menjadi wadah bagi para pendidik untuk meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses belajar mengajar.

Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Emy Rosana Saleh, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengenalan teknologi, tetapi juga mendorong penerapannya agar memberikan manfaat nyata bagi pembelajaran di sekolah.

“Dalam kegiatan ini, peserta akan belajar memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di Gemini untuk mendukung pembelajaran sehari-hari di kelas. Harapannya, teknologi ini dapat membantu guru membangun pembelajaran yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Menurut Emy, pelatihan mencakup pengenalan sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan guru untuk mengembangkan materi dan mendukung aktivitas pembelajaran. Di antaranya Storybook untuk membantu penyusunan cerita, Deep Research untuk mendukung penelusuran informasi secara mendalam, serta NotebookLM sebagai sarana mengolah dan mempelajari sumber informasi.

Selain mendapatkan pembekalan keterampilan, peserta juga akan mengikuti sertifikasi Gemini sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

Libatkan 200 Peserta, Pengetahuan Diperluas ke Sekolah

Festival Lokal Berdampak ini melibatkan 200 peserta yang terdiri atas 40 fasilitator dan sekitar 160 ketua maupun perwakilan organisasi pendidikan. Peserta berasal dari berbagai komunitas dan kelompok kerja, termasuk Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru (KKG), serta perwakilan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelatihan hingga ke satuan pendidikan di seluruh kecamatan.

Emy menjelaskan, pelaksanaan festival berlangsung selama satu hari. Setelah kegiatan utama selesai, para peserta akan melanjutkan proses pengimbasan hingga 7 November 2026.

Melalui skema tersebut, peserta diharapkan membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan-rekan pendidik di wilayah masing-masing. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak guru dan sekolah.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta akan diminta melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan di kecamatan masing-masing. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan sehingga semakin banyak guru yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *