Kaltimreport.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan yang melibatkan 200 guru dari 20 kecamatan di Kukar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pelatihan ini diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi peningkatan kualitas pembelajaran, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga guru lain di sekolah masing-masing.
“Pelatihan ini diikuti 200 guru dari 20 kecamatan. Harapannya, para guru yang mengikuti kegiatan ini dapat mengimbaskan ilmu dan keterampilan yang diperoleh kepada guru-guru lainnya,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan guru dari berbagai kecamatan menjadi langkah penting untuk memperluas pemerataan peningkatan kompetensi pendidik. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Heriansyah menjelaskan, terpilihnya Kukar sebagai salah satu dari 10 daerah pelaksana pelatihan merupakan capaian yang patut diapresiasi. Sebelum penetapan, terdapat 500 daerah yang masuk dalam proses seleksi hingga akhirnya terpilih 10 daerah untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
“Ini merupakan hal yang perlu kita apresiasi. Dari 500 daerah, kemudian dilakukan kurasi hingga terpilih 10 daerah yang menjadi pelaksana kegiatan. Tentu proses tersebut tidak mudah karena ada tahapan penilaian yang harus dilalui,” ungkapnya.
Ia menilai, kepercayaan tersebut perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik di Kukar. Pelatihan ini juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan berlangsung selama dua hari dengan materi yang berfokus pada pengembangan metode pembelajaran, termasuk pemanfaatan video sebagai media penyampaian materi kepada siswa.
Melalui pendekatan tersebut, guru diharapkan mampu menyajikan pembelajaran secara lebih menarik sehingga siswa lebih mudah memahami materi dan terlibat aktif selama proses belajar mengajar.
Namun, Heriansyah menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tetap harus diimbangi dengan pendekatan yang mengedepankan hubungan antara guru dan peserta didik.
“Teknologi dan video bisa menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi tidak bisa menggantikan sepenuhnya peran guru. Anak-anak juga perlu mendapatkan perhatian, merasakan kedekatan dengan gurunya, serta melihat guru sebagai teladan,” jelasnya.
Menurut Heriansyah, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga dari perannya dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik.
Ia menjelaskan, mengajar dan mendidik memiliki makna yang saling melengkapi. Mengajar berkaitan dengan penyampaian pengetahuan, sedangkan mendidik juga mencakup upaya membimbing siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
“Mengajar itu mungkin mudah, materi bisa disampaikan dan pelajaran bisa selesai. Namun, mendidik adalah bagaimana kita membentuk anak-anak agar memiliki karakter dan akhlak mulia,” tuturnya.
Ia berharap, melalui peningkatan kompetensi dan penguatan peran guru sebagai pendidik, kualitas pendidikan di Kukar semakin berkembang. Dengan begitu, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk membangun karakter dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Pada akhirnya, dampak pelatihan diharapkan tidak berhenti pada 200 peserta, melainkan berkembang melalui berbagi pengetahuan dan penerapan praktik pembelajaran yang lebih baik di sekolah-sekolah di seluruh kecamatan di Kukar. (ADV)









