Kaltimreport.com– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menaruh harapan besar terhadap kiprah para atlet dan kontingen daerah yang akan berlaga dalam lima ajang olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada November 2026.
Sebanyak hampir 2.500 atlet dan peserta dilepas untuk membawa nama Kukar dalam sejumlah kompetisi, yakni PORPROV 2026, PEPARPROV 2026, BAPOR KORPRI 2026, MAKOR KORPRI 2026, serta kegiatan Kwarda dan Powarda.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan optimisme terhadap kesiapan kontingen setelah melihat langsung proses persiapan yang telah dilakukan. Ia menilai para atlet telah menunjukkan kesiapan yang baik untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Kami berharap persiapan yang telah dilakukan para atlet Kukar benar-benar matang. Berdasarkan apa yang kami lihat secara langsung, persiapan mereka sudah sangat baik. Karena itu, kami optimistis Kukar mampu meraih juara umum pada seluruh ajang yang diikuti,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Aulia, pelaksanaan lima kegiatan dalam waktu berdekatan pada November mendatang akan menghadirkan aktivitas yang cukup padat. Tidak hanya atlet, tetapi juga jajaran kontingen dan pendamping akan menghadapi agenda yang membutuhkan kesiapan fisik maupun koordinasi.
Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga semangat, disiplin, dan konsistensi selama mengikuti pertandingan. Target juara umum diharapkan menjadi motivasi bersama untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap apresiasi bagi atlet yang berhasil menorehkan prestasi. Aulia menegaskan, kondisi keuangan daerah tidak menghilangkan komitmen pemerintah untuk memberikan bonus kepada atlet berprestasi.
“Kami berkomitmen, meskipun kondisi keuangan daerah saat ini cukup menantang, bonus yang diberikan minimal sama dengan periode sebelumnya,” tegasnya.
Bahkan, pemerintah daerah membuka peluang untuk menyesuaikan besaran bonus apabila terdapat kabupaten atau kota lain yang memberikan penghargaan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Pembahasan mengenai besaran bonus tersebut nantinya akan dilakukan bersama para ketua cabang olahraga agar kebijakan yang ditetapkan dapat dipertimbangkan secara matang.
Aulia menekankan, bonus bukan satu-satunya tujuan atlet dalam mengikuti kompetisi. Semangat bertanding dan keinginan membawa nama baik Kukar harus tetap menjadi motivasi utama.
Ia juga mengingatkan agar informasi yang belum jelas mengenai bonus tidak berkembang menjadi beban psikologis bagi para atlet. Kabar mengenai kemungkinan bonus tidak diberikan, dikurangi, atau tidak dicairkan perlu diluruskan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta.
“Yang terpenting, kami tidak ingin persoalan bonus menjadi penghalang bagi atlet untuk meraih prestasi. Kami berharap para atlet dapat lebih fokus dan siap secara mental untuk bertanding di setiap ajang yang diikuti,” pungkasnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan persiapan kontingen yang telah dilakukan, Kukar berharap keikutsertaan dalam lima ajang tersebut tidak sekadar menjadi partisipasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat prestasi olahraga dan membawa pulang gelar juara umum di tingkat Kalimantan Timur. (ADV)















