Kaltimreport.com, Bontang – Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam membangun tata pemerintahan yang demokratis. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-1 yang digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Henry Pailan TP, SE, pada Jum’at, 23 Januari 2026, di Gedung Serbaguna Gereja Toraja Jemaat Kanaan, Bontang.
Kegiatan yang mengusung tema “Partisipasi Publik dalam Penyelenggaraan Tata Pemerintahan yang Demokratis” ini dihadiri oleh masyarakat setempat dan berlangsung dalam suasana dialog terbuka. Warga memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi langsung mengenai peran publik dalam mengawal jalannya pemerintahan daerah.
Henry Pailan menyampaikan bahwa penguatan demokrasi di tingkat daerah perlu ditopang oleh keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, demokrasi tidak hanya berjalan melalui mekanisme formal, tetapi juga melalui partisipasi warga dalam menyampaikan aspirasi dan melakukan pengawasan terhadap kebijakan publik.
Sebagai narasumber, dr. Etha Rimba Paembonan, MBA, menekankan bahwa partisipasi masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi. Ia menjelaskan bahwa demokrasi tidak cukup diukur dari pelaksanaan pemilu semata, melainkan dari sejauh mana masyarakat terlibat aktif dalam proses pemerintahan.
“Ketika masyarakat terlibat dalam pengawasan dan penyampaian aspirasi, maka kualitas demokrasi akan semakin kuat,” jelasnya.
Ia juga menilai forum diskusi publik seperti kegiatan penguatan demokrasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran dan literasi politik masyarakat. Menurutnya, semakin tinggi tingkat partisipasi publik, semakin besar pula peluang terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan.
Lebih lanjut, dr. Etha menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Ia menyebutkan bahwa masyarakat tidak seharusnya hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus menjadi subjek yang terlibat aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan program pemerintah.
Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu oleh Moderator Paniwita TR, yang mampu menciptakan suasana interaktif. Sejumlah peserta tampak aktif menyampaikan pertanyaan, pendapat, serta masukan terkait pelaksanaan demokrasi dan tata kelola pemerintahan di daerah.
Melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-1 ini, diharapkan kesadaran dan partisipasi politik masyarakat di Kota Bontang terus meningkat sebagai bagian dari upaya mendorong terwujudnya pemerintahan daerah yang partisipatif, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.















