Kaltimreport.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan peran remaja melalui program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Program tersebut menyasar remaja usia 10 hingga 24 tahun yang belum menikah. PIK-R dikembangkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sebagai ruang bagi remaja untuk memperoleh informasi dan pendampingan terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Sekretaris DPPKB Kukar, Sri Lindawati, mengatakan keberadaan PIK-R di sekolah menjadi salah satu upaya mempersiapkan remaja sebagai calon keluarga di masa depan.
“Remaja merupakan cikal bakal keluarga di masa depan. Dari sekolah, upaya kami adalah menanamkan pemahaman kepada remaja agar mereka mampu menjadi konselor sebaya bagi teman-temannya,” ujarnya, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, tidak semua persoalan yang dihadapi remaja dapat langsung disampaikan kepada guru BK di sekolah. Sejumlah persoalan justru lebih mudah dibicarakan dengan teman sebaya, terutama yang berkaitan dengan hubungan pertemanan, persoalan berpacaran yang tidak mendapat dukungan keluarga, maupun persoalan lain dalam kehidupan remaja.
Karena itu, remaja yang tergabung dalam PIK-R diberikan pembekalan dan pendampingan agar mampu menjadi konselor sebaya. Keberadaan mereka diharapkan dapat menjadi jembatan bagi teman-teman yang membutuhkan informasi maupun tempat untuk menyampaikan persoalan.
“Melalui konselor sebaya yang telah mendapatkan pembekalan dan pendampingan, kami berharap mereka dapat menjadi jembatan dalam membantu teman-temannya menghadapi berbagai persoalan,” katanya.
Sri menjelaskan, edukasi dalam program PIK-R tidak hanya berkaitan dengan persoalan pergaulan remaja. Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong remaja menjauhi penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif terlarang, mencegah seks bebas, serta mencegah pernikahan dini.
Upaya tersebut dinilai penting karena pembentukan pemahaman dan perilaku sejak usia remaja juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting sejak dari hulu.
Setelah memperoleh edukasi dan pembekalan, para remaja PIK-R diharapkan mampu mengambil peran sebagai agen perubahan atau agent of change di lingkungan sebayanya.
Remaja yang terpilih menjadi pengurus PIK-R di sekolah akan mendapatkan pembekalan dan pembinaan secara masif serta intensif. Mereka kemudian diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan program pemerintah dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada remaja lainnya di lingkungan sekolah.
“Siapa nanti yang terpilih menjadi pengurus PIK-R di sekolah, kami berikan pembekalan dan dilakukan pembinaan secara masif dan intensif. Mereka menjadi perpanjangan tangan program pemerintah untuk menyampaikan informasi dan mengedukasi teman-teman sebaya di sekolah,” jelasnya.
Terkait jumlah sekolah yang telah menjadi sasaran program PIK-R, Sri menyebut pelaksanaannya telah berjalan di cukup banyak sekolah di Kukar. Namun, ia belum dapat menyebutkan jumlah secara pasti.
“Kalau ditanya sudah berapa sekolah yang menjadi sasaran, cukup banyak yang sudah menjalankan PIK-R. Saya tidak hafal jumlah pastinya karena dari program PIK-R ini juga kemudian melahirkan berbagai kegiatan dan inovasi,” pungkasnya. (ADV)













