Kaltimreport.com – Cabang olahraga boccia mulai menunjukkan geliat positif di Kutai Kartanegara (Kukar). Olahraga yang banyak berkembang di sejumlah negara tersebut kini menjadi salah satu tumpuan pembinaan atlet disabilitas di daerah berjuluk Kota Raja.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pembinaan boccia terus dilakukan untuk membuka ruang lebih luas bagi atlet disabilitas dalam mengembangkan kemampuan sekaligus mengejar prestasi.
Menurutnya, Kukar memiliki modal penting untuk mengembangkan cabang olahraga tersebut. Selain telah memiliki atlet yang mampu bersaing, daerah ini juga telah mempunyai pelatih khusus boccia.
“Tidak semua daerah bisa menguasai cabang olahraga ini. Alhamdulillah, kita sudah memiliki SDM dan pelatih khusus boccia,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Pembinaan saat ini masih berpusat di Tenggarong. Namun, cakupan atlet terus berkembang karena sejumlah atlet berasal dari beberapa wilayah di Kukar, termasuk Tenggarong, Loa Janan dan Loa Kulu.
Para atlet juga menjalani latihan secara bersama dalam pembinaan NPCI. Sejumlah atlet asal Kukar bahkan telah bergabung di asrama untuk menjalani latihan dan pembinaan secara lebih intensif.
Aji menyebut masih terdapat sekitar dua hingga tiga atlet yang belum bergabung dalam pemusatan latihan tersebut. Keberadaan mereka diharapkan dapat segera melengkapi kekuatan tim dalam menghadapi berbagai agenda pertandingan.
Persiapan pun terus berjalan, termasuk untuk menghadapi ajang olahraga nasional. Sebelumnya, atlet boccia Kukar juga telah mencatatkan hasil membanggakan pada kejuaraan tingkat nasional.
“Beberapa waktu lalu mereka pulang membawa prestasi yang luar biasa. Karena itu, kami terus memberikan support kepada anak-anak kita, khususnya atlet disabilitas, untuk meningkatkan prestasi di boccia,” katanya.
Dukungan terhadap pembinaan atlet disabilitas juga datang dari Kejaksaan Negeri. Dalam kunjungannya, Kepala Kejaksaan Negeri bersama jajaran melihat langsung aktivitas para atlet NPCI Kukar sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan pembinaan mereka.
Kunjungan tersebut menjadi momentum tersendiri bagi para atlet boccia. Bahkan, Kepala Kejaksaan Negeri turut mencoba memainkan olahraga tersebut secara langsung.
Dari pengalaman singkat itu, ia menilai boccia yang sekilas terlihat sederhana ternyata membutuhkan kemampuan dan ketelitian dalam memainkannya.
Bagi Dispora Kukar, dukungan dari berbagai pihak menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk terus berkembang. Terlebih, prestasi yang telah ditorehkan menunjukkan bahwa atlet disabilitas memiliki kemampuan untuk bersaing di level nasional.
“Pembinaan boccia pun tidak sekadar diarahkan untuk mengejar medali. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan yang setara kepada atlet disabilitas untuk berkembang, berprestasi, dan membawa nama Kukar di panggung olahraga nasional,” pungkasnya. (ADV)













