Kaltimreport.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, mendorong Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) terus menjaga konsistensi dalam menyelenggarakan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI). Menurutnya, kegiatan kepemudaan seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang untuk membangun karakter, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Aulia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar terbuka untuk mendukung berbagai inisiatif positif yang digagas generasi muda. Hal ini sejalan dengan pentingnya pembangunan karakter sebagai bagian dari arah pembangunan daerah periode 2025–2030.
“Tidak ada alasan bagi kami, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk tidak mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak muda,” ujarnya saat memberikan sambutan pada PORSENI GAMKI Tahun 2026.
Menurut Aulia, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah. Karena itu, ruang untuk berkreasi, berorganisasi, berkompetisi, dan berkontribusi bagi masyarakat perlu terus diperkuat.
Ia mengapresiasi kerja keras panitia GAMKI yang mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut di tengah berbagai keterbatasan. Baginya, semangat dan ketekunan panitia menjadi bagian penting dari keberhasilan sebuah kegiatan.
Namun, Aulia juga mengingatkan bahwa dukungan pemerintah perlu diimbangi dengan komitmen penyelenggara agar kegiatan serupa dapat berkelanjutan.
“Pemerintah daerah siap mendukung. Namun, apakah GAMKI juga siap konsisten melaksanakan kegiatan ini setiap tahun?” tantangnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar PORSENI GAMKI tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda yang semakin berkualitas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Aulia juga menyoroti nilai kebersamaan yang ditunjukkan GAMKI melalui kegiatan penggalangan dana atau fundraising. Menurutnya, kepedulian sosial yang tidak membatasi penerima manfaat berdasarkan latar belakang agama, suku, maupun kelompok merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai, kontribusi organisasi kepemudaan akan semakin berarti ketika manfaatnya dapat dirasakan secara luas, termasuk oleh masyarakat di luar lingkungan organisasinya.
“Manfaat yang diberikan oleh GAMKI tidak semata-mata hanya untuk warga Kristen, tetapi juga untuk seluruh masyarakat tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang,” ungkapnya.
Semangat tersebut, lanjutnya, perlu terus dirawat sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan dan solidaritas sosial di Kabupaten Kukar. Perbedaan tidak semestinya menjadi sekat untuk bekerja sama, terlebih ketika tujuannya adalah membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lebih jauh, Aulia berharap PORSENI GAMKI dapat menjadi contoh bahwa kegiatan olahraga dan seni mampu berjalan beriringan dengan penguatan nilai kemanusiaan. Kompetisi tidak hanya menghadirkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga mengajarkan sportivitas, disiplin, dan penghargaan terhadap sesama.
Ia pun membuka harapan agar pelaksanaan PORSENI pada tahun berikutnya dapat berlangsung lebih besar dan meriah, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Aulia mengingatkan panitia agar menjadikan setiap kendala selama pelaksanaan kegiatan sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, persoalan yang muncul seharusnya diselesaikan bersama, bukan menjadi alasan untuk menghentikan langkah atau merusak kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, Pemkab Kukar berharap organisasi kepemudaan terus mengambil peran dalam pembangunan daerah, tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga lewat aksi nyata yang memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial,” pungkasnya.
PORSENI GAMKI 2026 pun diharapkan menjadi pijakan untuk membangun tradisi kegiatan kepemudaan yang berkelanjutan, inklusif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Kukar. (ADV)













