Kaltimreport.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) sebagai pusat pengembangan sektor pertanian yang tidak hanya berorientasi pada budidaya, tetapi juga mencakup pengolahan hasil, edukasi, inovasi teknologi, hingga wisata berbasis pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias, mengatakan pembangunan KPT telah dilakukan di dua lokasi, yakni Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, dan Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Kedua kawasan tersebut telah dilengkapi bangunan yang dipersiapkan sebagai sarana edukasi. Namun, pengembangannya masih berlanjut karena sejumlah fasilitas pendukung belum seluruhnya tersedia.
“Secara fisik, bangunannya sudah selesai. Namun, sarana dan prasarana pendukung di dalamnya masih perlu kami lengkapi. Pengembangannya akan dilanjutkan secara bertahap pada 2027,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Ananias menjelaskan, KPT belum diresmikan oleh Bupati Kukar karena masih dalam proses penyelesaian. Selain kelengkapan fasilitas, kondisi kemarau panjang juga menjadi tantangan tersendiri, terutama karena terbatasnya ketersediaan air yang berdampak terhadap aktivitas di kawasan tersebut.
Meski demikian, upaya untuk menghidupkan fungsi KPT mulai dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pengenalan teknologi pertanian. Sebelumnya, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi tersebut. Asisten II juga telah menghadiri kegiatan diseminasi teknologi.
Ke depan, KPT diharapkan tumbuh menjadi kawasan yang menghubungkan berbagai aktivitas pertanian dalam satu ekosistem. Mulai dari proses budidaya, pengemasan, pengolahan hasil pertanian, hingga pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat.
Konsep tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang pengembangan agroindustri, agroteknologi, agrobisnis, dan agrowisata. Dengan demikian, kawasan pertanian tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga ruang belajar, pengembangan usaha, dan rekreasi yang memberikan nilai tambah.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Disketapang Kukar turut menjalin kolaborasi dengan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Mulawarman (Unmul), dan UGM.
Kerja sama itu antara lain dilakukan dengan mendorong penempatan mahasiswa KKN di kedua kawasan KPT. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membawa gagasan baru sekaligus menghasilkan inovasi yang berpotensi diterapkan secara langsung.
Ananias menyebut, hasil pengembangan teknologi maupun inovasi mahasiswa nantinya dapat menjadi prototipe untuk dikaji lebih lanjut. Inovasi yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan akan diupayakan agar bisa diterapkan sesuai kebutuhan kawasan.
“Kami berharap inovasi yang dibuat mahasiswa tidak berhenti sebagai gagasan atau tugas akademik saja. Jika memiliki potensi dan bisa dikembangkan, tentu akan kami upayakan agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian di Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Melalui pengembangan bertahap dan dukungan perguruan tinggi, KPT diharapkan menjadi salah satu ruang tumbuh bagi pertanian Kukar yang lebih inovatif. Tidak hanya menghasilkan produk, kawasan ini juga diproyeksikan menjadi tempat lahirnya pengetahuan, keterampilan, dan peluang usaha baru bagi masyarakat. (ADV)













