Kaltimreport.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan langkah alternatif untuk mengantisipasi penurunan debit air baku yang berdampak terhadap kapasitas produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), khususnya di wilayah Samboja.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa kondisi debit air saat ini masih belum normal akibat curah hujan yang belum merata dan masih bersifat sporadis. Situasi tersebut menyebabkan ketersediaan air di sejumlah waduk belum mencukupi untuk mendukung produksi air bersih secara optimal.
Salah satu dampaknya terlihat pada kapasitas produksi air di Samboja. Jika dalam kondisi normal mampu mencapai 80 liter per detik, saat ini produksi maksimal hanya sekitar 40 liter per detik.
“Biasanya kapasitas produksi bisa mencapai 80 liter per detik, tetapi sekarang paling banyak hanya sekitar 40 liter per detik,” ungkap Sunggono.
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Kukar mendorong PDAM untuk segera melakukan peninjauan lapangan sekaligus mengidentifikasi sumber air alternatif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai air baku.
Sunggono menyebutkan, Direktur Utama PDAM telah diminta berkoordinasi langsung dengan camat dan sejumlah pihak terkait, termasuk BBS selaku pihak yang memiliki waduk di wilayah Samboja.
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan potensi debit air dari waduk milik BBS, termasuk kemungkinan pengolahannya menjadi air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Samboja dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, waduk tersebut sebenarnya sudah lama tersedia dan berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber air. Namun, pemanfaatannya masih memerlukan kajian teknis, terutama karena jaraknya cukup jauh dari reservoir terdekat milik PDAM, yakni sekitar 5 hingga 7 kilometer.
“Sudah ada beberapa alternatif yang dibahas. Kami ingin memastikan apakah sumber air tersebut memungkinkan untuk diolah menjadi air baku PDAM,” jelasnya.
Pemkab Kukar berharap penjajakan ini dapat menghasilkan solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan air baku. Selain mengantisipasi kondisi debit air yang belum stabil, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat. (ADV)











