DPRD Kaltim Dorong Pemuda Paser Jadi Motor Penggerak Pembangunan Daerah

Kaltimreport.com, Tanah Grogot – Generasi muda di Kabupaten Paser diajak untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap regulasi kepemudaan. Ajakan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) yang digelar di Jalan Jendral Sudirman RT 03, Tanah Grogot, Minggu (10/8/2025).

Kegiatan ini merupakan Sosper ke-8 yang digelar DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2025. Fokus utama sosialisasi adalah memperkenalkan aturan dan kebijakan daerah terkait pengembangan kepemudaan, sehingga para pemuda dapat memahami arah pembangunan sekaligus menyiapkan diri menjadi motor penggerak kemajuan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Abdurahman KA. S.M, yang menjadi penyelenggara kegiatan, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam membekali pemuda dengan pengetahuan hukum. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki generasi muda akan lebih maksimal jika diiringi pemahaman regulasi yang jelas.

“Perda ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk mendorong kiprah pemuda. Mereka harus siap menghadapi tantangan zaman, memberi kontribusi nyata, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Selain Abdurahman, hadir pula pemerhati pendidikan Zulfikar Yusliskatin sebagai narasumber. Ia mengingatkan bahwa semangat tanpa arah hanya akan menjadi energi yang terbuang.

“Kalau pemuda tidak bergerak, dia akan kehilangan daya juangnya. Tapi ingat, jangan arogan. Mintalah arahan dari orang tua dan senior supaya langkah kita tepat,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah melalui DPRD Kaltim juga menekankan pentingnya memperkuat peran organisasi kepemudaan. Pembinaan, pengembangan potensi, dan peningkatan partisipasi pemuda di berbagai bidang dianggap menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah yang inklusif.

Sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti sebatas wacana. DPRD Kaltim menargetkan agar pemahaman Perda benar-benar terimplementasi di lapangan, sehingga para pemuda Paser bukan hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi aktor penting dalam menentukan arah masa depan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *